Rabu, 14 Februari 2018

Masjid Baiturahim Tuban Dirusak, Pelaku Diduga Alami Tekanan Kejiwaan


Selasa dini hari (13 Februari) sekira Pk 02.00,  sangat mengejutkan warga, Masjid Baiturahim di Jalan Sumur  Gempol  Nomor 77, Kelurahan Kingking, Kecamatan Kota Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dirusak orang. Kaca lebar di bagian depan masjid, dengan tebal lebih 5 mm, hancur berkeping-keping.

Warga di sekitar masjid, yang mendengar suara gemerincing cukup seru dari kaca pecah, segera berdatangan. Pelaku, kendati sempat memberikan perlawanan, namun segera dapat diringkus oleh sejumlah warga. Seorang  lelaki dewasa (sekira 40 tahun) saat itu kedapatan dengan tangan kanan yang terluka menganga dan terjadi perdarahan hebat. Oleh warga segera dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan, dan kemudian diserahkan ke Polisi----Kepolisian Resort (Polres) Tuban.

Tentang kronologi kejadian, sejumlah warga  jamaah Masjid Baiturahim menuturkan;  menjelang Shalat Asar, Senin (12 Februari)  masuk dan diparkir di halaman masjid;  sebuah mobil Kijang Innova  dengan Nomor Polisi Semarang  H 9678 JQ. Jamaah tidak menaruh curiga. Karena tidak jarang ada mobil dengan nomor polisi luar kota, dating ke masjid ini, untuk shalat dan istirahat. Demikian dengan yang kali ini. Menganggap   mobil yang masuk halaman tersebut sedang dalam perjalanan,  berhenti hendak istirahat dan mengikuti jamaah shalat asar.

Penumpangnya turun. Di samping seorang pengemudi, ada lagi seorang lelaki. Kemudian diikuti dua orang wanita dengan dua anak-anak yang masih kecil - kecil.  “Jadi keseluruhan penumpang termasuk anak-anak berjumlah enam,” ungkap salah seorang Jamaah yang menyaksikan kedatangannya, serta menyebut; dua orang lelaki dan dua orang perempuan tersebut secara bergantian mengambil air wudlu dan kemudian ikut jamaah shalat asar.

Setelah Jamaah Shalat asar usai, salah seorang dari rombongan kecil ini  sempat berbincang  dengan jamaah. Dan, terungkap  mereka berasal  dari Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang – Jawa Tengah.  Dengan tanpa mengungkap tujuan perjalanannya, roimbongan kecil ini kemudian meninggalkan masjid.

Menjelang  Shalat Isya’, rombongan kecil ini tampak kembali ke Masjid. Mereka mengikuti Jamaah Shalat Isya’. “Namun kali ini, ketika jamaah Shalat Isya’ berlangsung, rombongan yang seperti satu keluarga ini,  membuat shaf (barisan) tersendiri,” tambah salah seorang Jamaah.

Sementara warga lain juga Jamaah masjid Baiturahim yang diambil kesaksiannya oleh Polres Tuban menyebutkan; setelah Shalat Isya’ tersebut, rombongan kecil ini tidak meninggalkan masjid. Mereka berada di teras masjid. “Sekira Pk 01.00, ada seorang warga yang  hendak melaksanakan shalat tahajud dan bertanya; sebenarnya rombongan ini hendak ke mana. Salah seorang dari rombongan tersebut, tidak memberikan jawaban, melainkan malah berdiri, menyerang dengan  melayangkan pukulan. Jamaah ini kemudian berlari menghindar dan segera  meminta bantuan. Ketika balik ke masjid sudah dengan beberapa orang warga, dan belum sampai masjid,  sudah terdengar ada suara keras dari bunyi kaca yang dipukul dan pecah,” ungkapnya.

Gangguan Kejiwaan 

Akibat mendengar keributan terlebih kemudian tersengar suara keras dari kaca pecah tersebut, sejumlah warga yang lain juga segera  berdatangan ke masjid.  Pelaku yang memukul kaca hanya dengan tangan kosong. Akibatnya menderita luka cukup parah, dengan darah berceceran di lantai teras masjid. Warga  segera menolong dan melarikan ke rumah sakit. “Sempat memberikan  perlawan dan menolak untuk ditolong, namun akhirnya dapat diringkus oleh sejumlah warga,” ungkap salah seorang jamaah.

Akibat bagian depan masjid hingga ruang utama masjid kedapatan banyak pecahan kaca yang belum dibersihkan,  sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan jamaah, maka untuk pelaksanaan Shalat Subuh berjamaah berikut Tausyiah Subuh, Selasa (13 Februari)  dilaksanakan di serambi bagian kanan (utara) masjid, yang juga mampu menampung cukup banyak jamaah.

Setelah dilakukan pengusutan, ,pelaku diketahui bernama  M. Zaenuddin (Usia sekira 40 tahun).  Petugas dari Kepolisian Resort Tuban, menduga pelaku sedang mengalami gangguan kejiwaan yang cukup serius. Ketika berulang kali ditanya hanya mengaku;  berniat hendak bertemu dengan Gus Mad  (panggilan karib dari Pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Al  Islahiyah, yang  tidak jauh dari masjid Baiturahim ) di Sumur Gempol, Kelurahan Kingking, Kecamatan Kota Tuban. Namun ketika ditanya tentang keperluannya hendak menmui Gus Mad, sama sekali tidak memberikan jawaban.

Seorang petugas dari Kepilisian Tuban mengungkap; setelah pelaku dipertemukan dengan Gus Mad, segera duduk bersimpuh.  Dengan jelas kemudian berucap meminta safaat. Kepada petugas  Gus Mad mengungkap rombongan kecil dari Kabupaten Rembang tersebut, memang beberapa kali pernah mendatangi pengajiannya.

Selain mengamankan pelaku, petugas kepolisian Resort Tuban juga mengamankan Mobil Kijang Innova yang digunakan pelaku, serta barang bukti lainnya berupa sebuah Laptop dan dua buah handphone.  Dan, hingga berita ini diturunkan Selasa (13 Februari 2018) Kepolisian Resort Tuban, belum mengungkap motif dari pengrusakan kaca masjid ini. [suara-islam]

Rep: Muhammad Halwan/dbs



Artikel Terkait