Rabu, 21 Maret 2018

Jalan Menuju Langit Yang Telah Dijelaskan dalam Al Qur’an


Sahabatku, begitu alam semesta menggambarkan tempat belajar untuk kalangan manusia yang ingin berfikir dan juga mentadabburinya. bukan cuma makhluk hidup di atas bumi serupa manusia, fauna, tanaman beserta bunga – bunga, dan bermacam tipe santapan yang kita makan tiap hari, dan juga konstruksi bangunan yang dapat kita pelajari.

Tetapi, alam semesta yang terhampar luas di atas kepala kita dapat jadi objek riset dan juga studi yang amat menarik terlebih lagi sampai masa yang hendak tiba.

Salah satu ayat yang menarangkan tentang alam semesta terdapat dalam tulisan adz – dzariyaat ayat 7, berikut penuturan al – qur’an tentang langit….

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ 

Demi langit yang mempunyai jalan-jalan, (Surat Az-Zariyat Ayat 7)

Tafsir (Jalalayn)

(Demi langit yang mempunyai jalan-jalan) lafal Al Hubuk adalah bentuk jamak dari Habiikah, sama halnya dengan lafal Thariiqah yang bentuk jamaknya Thuruq, yakni sejak ia diciptakan mempunyai jalan-jalan, sebagaimana jalan di padang pasir.

Dalil ilmiah

Dalam ayat ini, al – quran menggambarkan kepada kita tentang jaring alam semesta (jalan – jalan). para ilmuwan pada abad ke – 21 asal inggris, kanada, amerika telah melaksanakan perhitungan algoritmik buat membikin bagan mikrokosmos dari alam semesta. yang mengejutkan dari penemuan tersebut merupakan kalau wujud alam semesta serupa suatu jaring laba – laba.

Gambar di atas menggambarkan jaring yang terdiri dari milyaran galaksi yang berjajar pada garis – garis yang amat kuat. para ilmuwan berkata kalau jaring ini menggambarkan penemuan yang amat berarti dalam masa global dikala ini. yang amat luar biasa merupakan kalau al – quran telah mengisyaratkan tentang jaring ini dengan perkataan الحُبُك “jalan – jalan”. maha suci allah yang telah menghasilkan jaring ini yang ia nyatakan dengan firman – nya وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ (demi langit yang memiliki jalan – jalan).

Demikianlah, sekali lagi, fakta kebenaran al – qur’an dan juga perkataan allah menimpa alam semesta, ialah menimpa jalan – jalan di langit yang menyamai jaring laba – laba dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuwan.

MasyaAllah…. maha benar allah dengan seluruh firmannya.

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ 

“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (QS. al-Baqarah: 147). []




Bagi rekan-rekanku non-muslim, renungkanlah...

BAGAIMANA MUNGKIN Seorang manusia buta huruf yang KAMU TUDUH MENJIPLAK KITAB KAMU padahal hal ini TIDAK ada langsung sedikitpun didalam kitabmu?

Bagaimana dia dapat menghasilkan sebuah kitab yg terkandung ribuan fakta ilmiah tanpa ada cacat dan cela sedikitpun padahal ia hanyalah seorang manusia biasa lagi buta huruf.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata," (Surat Al-Jumu’ah Ayat 2)

Tafsir (Jalalayn)

(Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf) yaitu bangsa Arab; lafal ummiy artinya orang yang tidak dapat menulis dan membaca kitab (seorang rasul di antara mereka) yaitu Nabi Muhammad saw. (yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya) yakni Alquran (menyucikan mereka) membersihkan mereka dari kemusyrikan (dan mengajarkan kepada mereka Kitab) Alquran (dan hikmah) yaitu hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, atau hadis. (Dan sesungguhnya) lafal in di sini adalah bentuk takhfif dari inna, sedangkan isimnya tidak disebutkan selengkapnya; dan sesungguhnya (mereka adalah sebelumnya) sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. (benar-benar dalam kesesatan yang nyata) artinya jelas sesatnya.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Surat Al-A’raf Ayat 157)

Tafsir (Jalalayn)

(Yaitu orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi) yaitu Nabi Muhammad saw. (yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka) lengkap dengan nama dan ciri-cirinya (yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik) dari apa yang sebelumnya diharamkan oleh syariat mereka (dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk) yaitu bangkai dan lain-lainnya (dan membuang dari mereka beban-beban) maksud tanggungan mereka (dan belenggu-belenggu) hal-hal yang berat (yang ada pada mereka) seperti bertobat dengan jalan membunuh diri dan memotong apa yang terkena oleh najis. (Maka orang-orang yang beriman kepadanya) dari kalangan mereka (memuliakannya) yaitu menghormatinya (menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya) yakni Alquran (mereka itulah orang-orang yang beruntung).




Artikel Terkait