Senin, 18 Juni 2018

Setan Datang Menggoda Saat Menjelang Ajal

View Article

Setan sebagai musuh manusia yang paling nyata, selalu memanfaatkan kesempatan untuk menyesatkan umat manusia. Dia paham, hakikat kebahagiaan dan penderitaan adalah di akhirat kelak. Karena itu, target utama setan adalah menyeret manusia ke neraka, dengan tipuan dunia. Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu, beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيْءٍ مِنْ شَأْنِهِ، حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ، فَإِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمُ اللُّقْمَةُ، فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى، ثُمَّ لِيَأْكُلْهَا، وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ، فَإِذَا فَرَغَ فَلْيَلْعَقْ أَصَابِعَهُ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي فِي أَيِّ طَعَامِهِ تَكُونُ الْبَرَكَةُ

“Sesungguhnya setan mendatangi kalian dalam setiap urusan kalian. Sampai setan ikut hadir di makanan kalian. Karena itu, jika ada sejumput makanan kalian yang jatuh, hendaknya dia bersihkan kotoran yang menempel, kemduian makanlah, dan jangan ditinggalkan untuk setan. Jika selesai makan, hendaknya kalian menjilati jarinya, karena kalian tidak tahu di bagian makanan yang manakah yang mengandung berkah.” (HR. Muslim no. 2033)

Sebagai seorang mukmin, kita pun menyadari akan pentingnya khusnul khotimah (ujung kehidupan yang baik) dan bahaya suu-ul khotimah (ujung kehidupan yang buruk). Oleh karena itu, kita perhatikan masing-masing tokoh agama sangat antusias mengajak orang untuk memeluk agamanya di ujung hayatnya. Tak ketinggalan adalah setan. Dia bisa jadi memanfaatkan kesempatan ini untuk menyeret manusia ke neraka.

Al-Qurthubi mengatakan, “Para ulama telah menceritakan bahwa setan mendatangi manusia pada detik-detik ajalnya, dalam bentuk ibunya atau bapaknya, teman dekat atau lainnya yang sangat ia nantikan bimbingannya. Kemudian setan dalam rupa semacam ini akan mengajaknya untuk mengikuti agama Yahudi atau Nasrani atau pemikiran menyimpang lainnya. Dalam kondisi semacam ini, ada beberapa orang yang tersesat, kecuali mereka yang mendapat taufik dari Allah.”  (Tadzkirah Al-Qurthubi, Hal. 33, dinukil dari Al-Yaumul Akhir I, karya Dr. Umar bin Sulaiman Al-Asyqar)

Ujian Imam Ahmad Saat Kematian

Diceritakan oleh Abdullah putra Imam Ahmad, Aku menghadiri proses meninggalnya bapakku, Ahmad. Aku membawa selembar kain untuk mengikat jenggot beliau. Beliau kadang pingsan dan sadar lagi. Lalu beliau berisyarat dengan tangannya, sambil berkata, “Tidak, menjauh…. Tidak, menjauh…” beliau lakukan hal itu berulang kali. Maka aku tanyakan ke beliau, “Wahai ayahanda, apa yang Anda lihat? Beliau menjawab,

إن الشيطان قائم بحذائي عاض على أنامله يقول: يا أحمد فتني وأنا أقول لا بعد لا بعد

“Sesungguhnya setan berdiri di sampingku sambil menggingit jarinya, dia mengatakan, ‘Wahai Ahmad, aku kehilangan dirimu (tidak sanggup menyesatkanmu).  Aku katakan: “Tidak, menjauhlah…. Tidak, menjauhlah….” (Tadzkirah Al-Qurthubi, Hal. 186)

Maksud cerita ini, setan hendak menyesatkan Imam Ahmad dengan cara memuji Imam Ahmad. Setan mengaku menyerah di hadapan Imam Ahmad, agar beliau menjadi ujub terhadap diri sendiri dan bangga terhadap kehebatannya. Tapi beliau sadar, ini adalah tipuan. Beliau tolak dengan tegas: “Tidak….” tidak bisa kita bayangkan, andaikan ujian semacam ini menimpa tokoh agama atau orang awam di sekitar kita…

Imam Al-Qurthubi melanjutkan ceritanya:
“Saya mendengar guru kami, Abu Abbas Ahmad bin Umar di daerah perbatasan Iskandariyah bercerita: ‘Saya menjenguk saudara guruku, Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad di daerah Kordoba. Ketika itu beliau sedang sekarat. Ada yang mentalqin beliau: ucapakan: Laa ilaaha illallaah…

Tapi orang ini malah menjawab: Tidak… Tidak… Setelah beliau sadar, beliau bercerita: ‘Ada dua setan mendatangiku, satu di sebelah kanan dan satunya di sebelah kiri. Yang satu menyarankan: Matilah dengan memeluk Yahudi, karena itu adalah agama terbaik. Satunya berkata: Matilah memeluk Nasrani, karena itu adalah agama terbaik’. Lalu aku jawab: Tidak… Tidak…” (Tadzkirah Al-Qurthubi, Hal. 187)

Hanya saja, ini tidak terjadi pada semua orang. Ada yang mengalami kejadian demikian dan ada yang tidak mengalami.  Setidaknya ini menjadi lampu kuning bagi kita akan bahaya sakaratul maut. Karena yang menentukan status manusia adalah ujung hidupnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا

“Nilai amal, dintentukan keadaan akhirnya.” (HR. Bukhari, Turmudzi dan yang lainnya)

Dan itu semua meruapakan fitnah mahya wal mamat (ujian hidup dan mati). Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita untuk memohon perlindungan kepada Allah dari ujian yang mengerikan ini. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa ketika tasyahud akhir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan kepada Allah dari empat hal, beliau membaca,

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka, dari adzab kubur, dari ujian hidup dan mati, dan dari keburukan ujian masih dajjal.” (HR. Bukhari, Muslim, dan yang lainnya)
Semoga Allah memudahkan kita untuk mendapatkan khusnul khotimah. []


Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel: https://konsultasisyariah.com/11177-setan-datang-menggoda-saat-menjelang-ajal.html

Secular Radicalism: The Real Blasphemy

View Article

Gerakan untuk memisahkan antara politik dan agama menuai banyak kecaman. Ide sekulerisme patut dicurigai, hendak dibawa kemana bangsa ini sebenarnya.

Secara genetik, sekulerisme membawa sifat dasar blasphemic yakni menghujat, menista, menfitnah dan ketiadaan rasa hormat terhadap Tuhan dan agama.

Jika sifat blasphemic ini disematkan kepada agama selain Islam, seperti Kristen misalnya, mungkin bisa dipahami karena selain agama ini memang agama ritualistik semata, juga secara historis lahirnya sekulerisme adalah akibat perseteruan kaum intelektual kristen dengan para pendeta diseputar gugatan doktrin Kristen yang anti sains.

Karena itu dalam negara yang mengadopsi ideologi sekulerisme seperti Indonesia, Islam sering dinistakan. Sudah sering terjadi kasus-kasus penistaan dan penghinaan terhadap Alquran, Nabi Muhammad dan Islam itu sendiri.

Istilah sekuler berasal dari bahasa latin saeculum yang oleh Naquib al-Attas diistilahkan dengan paham kedisinikian adalah ideologi Barat yang menolak sistem agama dalam semua urusan dunia seperti politik, sosial, pendidikan, ekonomi dan budaya.

Dalam paradigma sekuler, kehidupan harus diatur berasaskan kepada rasional, ilmu dan sains. Paham pemisah antara agama dan dunia ini menganggap kewujudan sebenarnya adalah melalui pancaindera bukan unsur-unsur rohaniah dan metafisik yang sukar dikesan melalui kajian modern.

Prinsip lainnya adalah bahwa nilai baik dan buruk ditentukan oleh akal manusia bukannya teks agama. Bahkan menganggap alam ini terjadi melalui fenomena sains dan kimia tertentu bukannya refleksi kuasa Tuhan.

Sementara Islam adalah agama dan peradaban sekaligus. Islam berasal dari kata salima yuslimu istislaam –artinya tunduk atau patuh– selain yaslamu salaam –yang berarti selamat, sejahtera, atau damai.

Menurut bahasa Arab, pecahan kata Islam mengandung pengertian: islamul wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah), istislama (tunduk secara total kepada Allah), salaamah atau saliim (suci dan bersih), salaam (selamat sejahtera), dan silm (tenang dan damai)

Dari pengertian Islam, maka muslim adalah dia yang menyerahkan segenap wujudnya di jalan Allah taala. Yakni mewakafkan wujudnya untuk Allah, mengikuti kehendak-kehendakNya, serta untuk meraih keridhaanNya. Kemudian dia berdiri teguh diatas perbuatan-perbuatan baik demi Allah semata. Dan dia menyerahkan segenap kekuatan amaliah wujudnya di jalan Allah. Artinya, secara akidah dan secara amalan, dia telah menjadi milik Allah semata.

Dalam perspektif paradigmatik, ideologi sekulerisme yang lahir dari Barat ini jelas bertentangan dengan Islam. Sebagai contoh pandangan Islam terhadap alam semesta sangat bertentangan dengan pandangan sekulerisme.

Menurut Islam, pandangan terhadap alam semesta bukan hanya berdasarkan akal semata sebagaimana pandangan sekulerisme. Alam semesta dalam Islam difungsikan untuk menggerakkan emosi dan perasaan manusia terhadap keagungan al-Khaliq, kekerdilan manusia dihadapanNya, dan pentingnya ketundukkan kepadaNya. Artinya, alam semesta dipandang sebagai dalil qath’i yang menunjukkan keesaan dan ketuhanan Allah

Gelombang modernisme peradaban Barat dengan basis sekuler-liberal ke dunia Islam merupakan ancaman terbesar dalam bidang pemikiran dan keimanan. Perdaban Barat Modern tidak memperdulikan aspek kemanusiaan. Pendidikan modern Barat telah menghilangkan keyakinan kaum muda muslim terhadap agamanya. Padahal keyakinan adalah aset terpenting dalam kehidupan seseorang.

Melalui hegemoni sekulerisme, dunia Islam telah dihadapkan pada ancaman pemurtadan yang menyelimuti bayang-bayang diatasnya dari ujung-ke ujung.

Inilah pemurtadan yang telah melanda muslim Timur pada masa dominasi politik Barat, dan telah menimbulkan tantangan paling serius terhadap Islam sejak masa Rasulullah. Filsafat materialisme Barat tak diragukan lagi adalah “agama” terbesar yang diajarkan di dunia setelah Islam.

Secara historis, sekulerisme di tangan Kemal Attaturk telah menjatuhkan keagungan Islam kekhilafahan Turki Ustmani dalam jurang kenistaan. Turki yang islamis berubah total menjadi Turki teracuni oleh peradaban Barat yang amoral. Meski perindu Islam masih ada di Turki, namun kelompok Kemalis masih terus menghantui masa depan Turki. Gerakan kudeta yang berhasil digagalkan pekan kemarin adalah bukti empiris akan tesis ini.

Islam adalah ilmu dan peradaban, agama dan pemerintahan yang oleh sekulerisme hendak dipisahkan. Diriwayatkan oleh Umamah al Bahiliy dari Rasulullah saw bersabda,”Ikatan-ikatan Islam akan lepas satu demi satu. Apabila lepas satu ikatan, akan diikuti oleh lepasnya ikatan berikutnya. Ikatan Islam yang pertama kali lepas adalah pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat.” *(HR. Ahmad)*.

Namun pada hakikatnya paham sekulerisme sebagaimana disampaikan oleh Ahmad Al Qashash dalam kitabnya Usus Al-Nahdha Al -Rasyidah adalah pemisahan agama dari kehidupan manusia atau pemisahan Tuhan dari kehidupan manusia

Dengan karakteristiknya yang pragmatis duniawi, maka konsep sekulerisme tentang makna kebahagiaan juga bertolak belakang dengan pandangan Islam.

Sekulerisme memandang kebahagiaan adalah tercapainya kebutuhan materi semata tanpa mengindahkan cara untuk memperolehnya. Sumber kebahagiaan dalam sekulerisme dengan demikian adalah faktor yang berada di luar dirinya, yakni materi.

Sementara Islam memandang kebahagiaan adalah berasal dari dalam diri manusia. Faktor-faktor luar seperti kemakmuran, kekayaan, keluarga, kedudukan, pengetahuan, adalah faktor penunjang. Sifatnya hanya sebagai penyempurna, setelah faktor dominatifnya sudah ditemukan. Seseorang tidak akan mungkin menemukan kebahagiaan yang dicari di luar dirinya. Kebahagiaan hanya akan ditemukan di dalam diri sendiri.

Alquran maupun sunah Rasul telah memberikan jawaban bahwa faktor dominatif yang menyebabkan orang bisa memperolah kebahagiaan adalah sakinatul qalb atau ketenangan hati. Yaitu hati yang dipenuhi dengan kuatnya keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan bertindak sesuai dengan Alquran dan sunnah.

Dengan demikian, dalam pandangan Islam, kebahagiaan itu memiliki dua faktor. Pertama, faktor dominan yaitu berupa sakinatul qalb atau ketenangan hati karena adanya iman dan kedekatan kepada Allah. Sifatnya inner self, di dalam diri. Kedua faktor penunjang seperti kekayaan, jabatan, kesehatan dan sebagainya, yang sifatnya berada di luar diri manusia. Karena sifatnya menunjang, kekayaan, kesehatan, dan sebagainya itu melengkapi faktor dominan.

Dengan kata lain, faktor dominan itu mesti ada untuk timbulnya kebahagiaan. Jika tidak adanya faktor dominan menyebabkan kebahagiaan akan hilang. Akan tetapi, tidak adanya faktor penunjang belum tentu kebahagiaan seseorang hilang dari dirinya. Idealnya memang sesorang memilki faktor dominan dan penunjang sekaligus, sehingga kebahagiaan yang diperolehnya sempurna.

Kontaminasi racun sekulerisme di segala bidang sangat membahayakan aqidah kaum muslimin. Apalagi jika telah merasuki bidang pendidikan. Ciri sistem pendidikan yang sekuleristik adalah yang mengesampingkan etika dan moral anak didik. Sebab moral dianggap sebagai masalah pribadi dengan Tuhannya. Mereka memisahkan antara agama dengan kehidupan. Agama dicampakkan dalam ranah indivudi bukan publik.

Sistem pendidikan sekuleristik dengan demikian adalah sistem pendidikan yang tidak bertuhan. Apa jadinya jika produk pendidikan adalah manusia tanpa etika. Apa jadinya manusia tidak memiliki moral. Islam sangat mementingkan moral sebagai landasan kehidupan manusia.

Sebab jika manusia minus moral, maka tak ubahnya seperti binatang. Etika memiliki peran yang fundamental dalam sistem pendidikan Islam.

Di bidang politikpun, sekulerisme bisa menjadi racun mematikan. Paham sekulerisme dengan sistem demokrasinya telah merusak kemuliaan tujuan politik dengan lahirnya politik tak beretika.

Sekulerisasi politik telah mengakibatkan tumbangnya pilar-pilar fundamental dalam mengurus rakyat dan mengelola sumber daya alam. Politik yang telah terkontaminasi sekulerisme menjelma menjadi politik pragmatis transaksional.

Perilaku politikus yang hedonis, rakus kekuasaan, abai terhadap kepentingan rakyat, tidak amanah, opportunis dan anti-syariah bahkan hingga korupsi, suap dan fitnah mewarnai polah politik sekuler. Sekulerisme ini juga membahayakan jika telah merasuki bidang ekonomi dan budaya.

Ekonomi kapitalisme yang hanya mengayakan segelintir manusia dan memiskinkan jutaan manusia lainnya tanpa mengindahkan nilai-nilai etika adalah karakteristik ekonomi sekuler.

Timbangan kapitalisme adalah materialisme, hanya mengejar keuntungan materi tanpa memperdulikan hukum halal dan haramnya. Istilah pertumbuhan dalam sistem ekonomi kapitalis adalah pertumbuhan semu, sebab hanya fokus kepada produksi dan abai terhadap distribusi.

Sementara prinsip ekonomi Islam adalah ekonomi berbasis nilai kebajikan untuk kesejahteraan dan keberkahan banyak orang, sehingga lebih fokus kepada distribusi.

Budaya sekuler adalah budaya hedonis dan liberal yang bertujuan untuk memuaskan hawa nafsu. Budaya sekuler memberikan peluang kepada manusia untuk berekspresi sebebas-bebasnya tanpa batas-batas kepantasan dan nilai religius.

Pergaulan bebas, seks bebas, minuman keras, dan hiburan amoral adalah sedikit contoh budaya sekuler. Sementara Islam menjadikan budaya sebagai penghalus rasa dan sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Untuk membendung paham sekulerisme di segala bidang, harus menjadikan Alquran dan As Sunnah sebagai sumber pemikiran dan perilaku. Rasulullah bersabda, “ telah aku tinggalkan kepada mu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Alquran dan Sunnah” *(HR. Bukhari)*

Bahkan Allah mengancam dengan kerusakan kehidupan manusia jika mengadopsi sekulerisme dan membuang hukum Allah. “Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”. *(QS Thaha : 124)*

Sifat blasphemik sekulerisme telah menjadi pangkal segala kerusakan peradaban manusia. Daya rusak blasphemik sekulerisme meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Saatnya menegakkan Islam dan tinggalkan sekulerisme, jika masih punya impian bagi kebaikan negeri ini.

Jika ada istilah Islam radikal, itu hanya tuduhan Barat untuk merusak citra Islam, sebab Islam adalah agama dan ideologi terbaik yang datang dari Allah. Tapi jika disebut Barat sebagai radikalisme sekuler yang menjadi biang kerok kerusakan kehidupan manusia, ini adalah kenyataan. Secular radicalism is the real blasphemy.

Karena itu gerakan revolusi Islam dengan dakwah syariah dan khilafah untuk menggantikan ideologi kapitalisme sekuler atau komunisme ateis selain rasional juga sebuah keharusan. []


Oleh Dr. Ahmad Sastra
Dosen Filsafat UIKA Bogor
Dipublikasikan pertama kali oleh Republika

Rabu, 13 Juni 2018

Bagi Muslim yang Lurus, Al-Qur'an dan Hadits Bukan Dokumen Sejarah

View Article

Syaitan memang menggoda manusia dengan banyak cara, sebab dia sudah terlatih ribuan tahun, dengan berbagai cara dan strategi yang sudah jelas keberhasilannya

Allah ingatkan dalam Al-Qur'an "Maka syaitan menghias amal-amal buruk mereka", hingga mereka merasa berbuat baik padahal bermaksiat, memperbaiki padahal merusak

Itulah sifat Yahudi munafik, mereka merasa memperbaiki dunia padahal merusak, jangankan bertindak biadab membunuhi manusia, para Nabi saja mereka bunuhi

Maka memenuhi undangan mereka, dengan dalih menasihati adalah bagian tipudaya. Alasannya Musa saja menghadap Fir'aun, padahal jauh dari itu

Musa datang dengan penuh kehormatan, mendakwahi Fir'aun dengan tegas, bahwa dia melampaui batas. Bukan diundang, difasilitasi, untuk berkata yang diinginkan Fir'aun

Lihat saja, ketika diundang dan ditanya sekira begini "Apakah mungkin mengintepretasi Al-Qur'an dengan cara berbeda, agar tidak jadi masalah bagi relasi Islam dan Yahudi?" begitu

Maka dijawab, "Bukan hanya bisa, tapi wajib". Lalu lanjut berkata. "So, the Qur'an and the Hadith, are both basically, a historical document". Innalillahi

Menganggap Al-Qur'an dan Al-Hadits ialah dokumen sejarah. Lalu apa bedanya kita dengan mereka yang menolak Al-Qur'an dengan berkata "itu hanya kisah orang terdahulu", Ya Rabb

Sama saja mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh Rasulullah sebagai pengertiannya terhadap Al-Qur'an tidak lagi relevan dengan masa kini, merasa lebih tau ketimbang Rasul?

Bagi yang begini, Allah ingatkan,

Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: "Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu". Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan (kepada mereka): "Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan" - QS Al-Mutaffifin: 13-17

Bagi kita Al-Qur'an dan Hadits adalah wahyu. Penuntun hidup manusia.

Fatah dan Hamas Kecam Keras Yahya C Staquf

View Article

Gerakan Fatah menilai partisipasi Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) pada konferensi hubungan Yahudi-Amerika di Yerusalem sebagai kejahatan terhadap Yerusalem, Palestina, dan Muslim di dunia. Fatah berpendapat duduk bersama penjajah Israel sama dengan melawan rakyat Palestina.

Sebagai informasi, meski menuai banyak kecaman, Yahya akhirnya benar-benar datang menjadi pembicara dalam acara American Jewish Committee (AJC) Global Forum di Yerusalem, Israel, Ahad (10/6/2018) kemarin, yang dibuka oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

“Partisipasi Yahya Staquf, Sekretaris Jenderal organisasi Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama, pada konferensi ini di Yerusalem yang diduduki adalah pengkhianatan terhadap agama, al-Aqsha dan kebangkitan, rakyat Palestina, dan negara-negara Arab dan Islam,” kata juru bicara Fatah Osama al-Qawasmi dalam sebuah pernyataan, dilaporkan Palestinow, Selasa (12/6/2018).

Dia meminta Pemerintah Indonesia dan pejabat pro-Palestina Indonesia dan rakyat Indonesia untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang menjual diri mereka kepada ‘setan’ dan ingin menjadi
instrumen di tangan Zionis dan Israel.

Senada dengan Fatah, gerakan perlawanan yang berbasis di Gaza, Hamas, juga mengecam langkah anggota Dewan Pertimbangan Presiden tersebut dalam kehadirannya di Israel. Hamas menegaskan, kunjungan itu dilakukan di tengah penolakan masyarakat dan tidak adanya hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel.

“Kami menghargai sikap bersejarah Indonesia yang mendukung hak-hak bangsa Palestina dan perjuangannya untuk kebebasan dan kemerdekaan,” ujar Hamas dalam pernyataan resminya, Senin (11/6), dikutip Anadolu Agency.

Kunjungan Yahya, kata Hamas, merupakan bentuk dukungan besar dan pengakuan bagi rezim fasis. Hamas menilai kehadiran Gus Yahya akan memberikan pembenaran bagi Israel untuk melakukan kejahatan lebih lanjut terhadap rakyat dan tempat-tempat suci bangsa Palestina.

red: farah abdillah / suara-islam

Katib Aam PBNU ke Israel, Kyai Ma’ruf Amin: Tak Terkait MUI dan NU, Kami tidak Mendukung

View Article

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ma’ruf Amin, mengatakan keberangkatan Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf ke Israel merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak terkait dengan MUI serta Nahdlatul Ulama (NU).

Sebagai informasi, Yahya Cholil Staquf adalah Katib Aam PBNU. Secara organisastoris, Yahya bawahan Kyai Ma’ruf Amin yang menjabat sebagai Rais Aam. Sementara di ajang AJC Global Forum in Israel 2018, nama Yahya Staquf diberi predikat sebagai “General Secretary of the Nahdlatul Ulama (NU) Supreme Council.” Yahya baru-baru ini juga diangkat Presiden Jokowi sebagai anggota Wantimpres, yang menggantikan posisi Alm Kyai Hasyim Muzadi.

“Keberangkatan Yahya Staquf tidak ada kaitannya dengan MUI dan juga NU. Kami tidak mendukung. Kalau ditanya alasannya, silahkan tanya kepada yang bersangkutan mengapa melakukan hal itu (berangkat ke Israel),” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/06/2018) seperti dikutip ANTARA.

Kyai Ma’ruf menegaskan, MUI konsisten membela Palestina. Sama halnya dengan sikap pemerintah dan juga negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Ma’ruf juga menegaskan bahwa MUI mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota dari Palestina.

Yahya Staquf diundang menjadi pembicara dalam seminar internasional yang diprakarsai American Jewish Committee (AJC) di Israel.

“Itu inisiatif sendiri, tanggung jawab sendiri. Seberapa jauh pengaruhnya, terhadap upaya Kementerian Luar Negeri, apakah memperlancar upaya Kemenlu dalam mengupayakan perdamaian dengan tetap agar menjaga agar Palestina menjadi negara yang merdeka dan berdaulat atau justru mengganggu nanti akan dilihat,” ujarnya.

“Nanti akan dilihat, seberapa mengganggunya keberangkatan Yahya ini. MUI tidak punya hak untuk menindak, kami serahkan sepenuhnya pada NU,” demikian Ma’ruf Amin.

red: farah abdillah / suara-islam

Rabu, 06 Juni 2018

Islamophobia di Dunia Pendidikan, Upaya Menjegal Sinar Kebangkitan Umat

View Article

Radikalisme dalam konteks terorisme saat ini tengah digadang-gadang terinfiltrasi dalam berbagai aspek, termasuk di dunia pendidikan. Perumpamaan “Gebyah Uyah” dalam bahasa jawa yang artinya mengeneralisir semua hal atas “waspada radikalisme”, saat ini tengah menyoroti sekolah yang dituding sebagai tempat berkembangnya cikal bakal terorisme.

Sebagaimana dilansir oleh mediaindonesia.com, Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Musdah Mulia mengungkapkan, saat ini sekolah di Indonesia tidak berperan sebagai penjaga anak-anak dari radikalisme. Sekolah justru kerap menjadi lokasi berkembangnya paham tersebut. Sementara itu, Shinta Nuriah Wahid bersama dengan puluhan aktivis Gerakan Warga Lawan Terorisme mengatakan sudah saatnya pemerintah menyegerakan reformasi di bidang pendidikan. Hal itu untuk mengatasi perkembangan paham intoleran dan radikal yang demikian pesat. Pernyataan senada diungkapkan oleh Al Chaidar, pengamat terorisme, dalam republika.com, yang menyarankan pemerintah harus membuat program pencegahan dalam bentuk pendidikan kepada anak-anak sekolah. Program tersebut menurutnya bisa mencegah masuknya paham-paham radikalisme pada anak-anak.

Tidak hanya menerpa sekolah formal, bahkan homeschooling pun menjadi bahasan yang dikaitkan dengan cikal bakal radikalisme. Kasus bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak didalamnya, diklaim bahwa mereka adalah korban indoktrinasi orang tuanya dimana sehari-harinya anak-anaknya dikatakan belajar mandiri (homeschooling). Rilis dalam CNNIndonesia.com, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar tak menampik homeschooling tunggal mungkin menjadi sarana baru bagi orang tua mengajarkan radikalisme pada anak. “Kami sendiri masih tergagap-gagap. Terus terang, komunikasi orang tua terhadap anak, siapa yang bisa mengawasi? Instrumen apa? Kami nggak tahu bagaimana menjawab itu,” kata Harris kepada CNNIndonesia.com, Jumat (18/5).

Isu Radikalisme yang terus diembuskan semakin menunjukkan bahwa tengah terjadi Islamophobia tingkat akut. Pemahaman radikalisme yang dimaksudkan sedang terus berkembang diantaranya adalah konsep jihad dalam islam serta sistem pemerintahan dalam Islam. Kekhawatiran atas semakin banyaknya umat muslim yang ingin menjalankan syariat dalam agamanya telah menimbulkan Islamophobia bagi banyak kalangan. Islamophobia sendiri didefinisikan oleh Wikipedia sebagai prasangka dan dikriminasi pada Islam dan muslim.

Sebenarnya mengapa Islamophobia ini terus diopinikan? Hal ini tidak lepas dari proyek Global War on Terrorism (GWOT) yang digagas oleh Amerika Serikat. Bukti bocornya dokumen dari Wikileaks seharusnya cukup menjadi bukti bahwa isu terorisme sengaja diangkat sebagai pembenaran kejahatan AS atas dunia Islam. Alih-alih menghindar, pemerintah Indonesia malahan terus meningkatkan kerja sama berantas terorisme dengan pemerintah Amerika. Kerja sama ini dibahas dalam pertemuan bilateral menhan Ryamizard Ryacudu dengan Menhan AS James Mattis di Kementrian Pertahanan di Jakarta, sebagaimana dilansir beritasatu.com.

Sesungguhnya mengapa islamophobia kian marak? Benarkah jihad yang dimaksud Rasulullah saw., sebagai puncak amal seorang muslim, adalah dengan meneror kaum non muslim? Dalam QS Al Maidah : 32 disampaikan bahwa barangsiapa menghilangkan nyawa seorang manusia yang tidak bersalah maka seakan-akan dia menghilangkan nyawa manusia seluruhnya. Kaum muslim dilarang keras untuk meneteskan darah baik muslim maupun non-muslim yang tidak menyerangnya, dan perbuatan tersebut tergolong sebagai dosa besar. Bahkan di masa kejayaan islam, islam terbukti melindungi warga negaranya yang baik muslim maupun non-muslim, tanpa ada perbedaan. Kaum non-muslim sama-sama berhak mendapatkan pendidikan gratis, pengobatan gratis, perlidungan terhadap jiwa dan harta serta sama haknya di mata hukum.

Peristiwa penaklukkan kembali Baitul Maqdis ke tangan kaum muslimin pun diakui oleh banyak pihak sebagai ketinggian akhlak kaum muslimin dimana seluruh penduduk yang menyerah diampuni dan dipersilakan untuk tinggal dan beribadah sesuai keyakinannya, tanpa dipersekusi sama sekali. Hal ini bertolak belakang dengan perebutan Baitul Maqdis dari kaum muslimin yang dipenuhi dengan kekejaman dan pengusiran kaum muslimin. Film The Kingdom of Heaven yang telah sering diputar di layar kaca adalah salah satu contoh nyata yang diakui oleh banyak sejarawan mengenai ketinggian ajaran Islam yang direfleksikan oleh Shalahuddin al Ayubi saat masuk ke Baitul Maqdis. Sehingga jelas-jelas kasus bom bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini sesungguhnya sangat bertentangan dengan Islam.

Islamophobia yang diangkat akhir-akhir ini di kalangan akademisi, sesungguhnya adalah respon terhadap semakin berkembangnya pemahaman kaum muslim yang semakin rindu untuk senantiasa terikat dengan hukum Islam. Dari URI.co.id, diberitakan mengenai hasil survei yang dilakukan atas pengurus Unit Kegiatan Sekolah Kerohanian Islam atau Rohis di beberapa SMA Negeri favorit di Jawa Tengah dan DIY, menyatakan bahwa rangking tertinggi tokoh-tokoh idola para pelajar adalah Habib Rizieq dan Bachtiar Nasir. Hasil survei yang dipaparkan dalam Seminar Hasil Penelitian Agama di Laras Asri Hotel Salatiga ini cukup mengejutkan kalangan akademisi, yang menyimpulkan bahwa pemahaman dan sikap keagamaan siswa SMA Negeri di Jawa Tengah telah terinfiltrasi dengan radikalisme.

Dr Aji Sofanudin, MSi Peneliti Muda pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (Kemenag RI) atas hasil survei tersebut menyatakan beberapa siswa SMA Negeri setuju untuk mengubah dasar negara Pancasila, memilih pemimpin semata-mata berdasarkan kesamaan agama, serta pemisahan siswa laki-laki dan perempuan dalam acara keagamaan. Di kesempatan lain, Prof. Musdah Mulia menyampaikan hasil survei yang dilakukan Wahid Foundation pada 2016, setidaknya 60% dari 1.626 responden aktivis Rohani Islam (Rohis) setuju untuk berjihad ke wilayah konflik saat ini. Bahkan, 68% juga setuju untuk berjihad di masa mendatang.

Isu radikalisasi yang diembuskan terus-menerus sejatinyanya adalah upaya global membungkam umat yang mulai bergeliat untuk kembali kepada syariat islam yang kaffah. Umat dari kalangan akademisi, mahasiswa bahkan pelajar SMP dan SMA semakin hari semakin bergejolak dan mulai bangkit pemikirannya melihat ketimpangan ekonomi dan jauhnya negeri ini dari syariat Islam. Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya seharusnya steril dan tidak dibatasi ruang gerak intelektualitasnya dalam mencari kebenaran hakiki. Ruang diskusi seharusnya dikedepankan, bukannya praduga dan justifikasi sepihak. Publik telah mulai cerdas membaca fakta sehingga jika saja forum debat dilakukan secara adil dan tidak memihak, maka akan terang terlihat akar permasalahan dari keterpurukan umat muslim saat ini.

Maka pergolakan ini, semakin ditahan, dengan UU Antiterorisme, UU Ormas dan berbagai metodenya, justru akan semakin meningkatkan perlawanan dan pembelaan dari umat yang hanif. Umat semakin paham bahwa akar dari segala masalah yang menimpa kaum muslimin adalah akibat dari perilaku sekulerisme yang memisahkan aturan Islam dari aturan kehidupan.

Kembali bangkitnya Islam adalah janji Allah yang pasti, tinggal menunggu waktu, sebagaimana terjemah QS An Nur : 55 yang artinya “sungguh Allah akan menjadikan mereka (orang-orang yang beriman) berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa”. Dan ingatlah pula tantangan Allah kepada kaum yang menghalangi tegaknya kemuliaan Islam di dalam QS Al Anfal: 30. Allah Swt. berfirman “bahwa sesungguhnya mereka memikirkan tipudaya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Sesungguhnya Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. Wallahu ‘alam.

Dona Sulistia Kusuma, M.Si
Penyelenggara pendidikan, Ketua Yayasan Pendidik Generasi Khoiru Ummah
Dipublikasikan oleh suara-islam.com

Muslim Melayu Menentang Naga Komunis

View Article

Sungguh mencengangkan kemenangan Dr. Mahathir Muhammad, 92 tahun dalam Pemilu Malaysia baru-baru ini. Dalam usianya yang sudah sangat lanjut itu.

Koalisi oposisi Pakatan Harapan yang diketuai Mahathir menyatakan telah memenangi kursi yang cukup dalam Pemilihan Umum ke-14 untuk membentuk pemerintah federal Malaysia. Berdasarkan laporan undi.info.live, Barisan Nasional beroleh 77 kursi parlemen, Pakatan Harapan 119 kursi, dan PAS 17 kursi. Sesuai aturan, mereka yang perolehan kursinya melebihi 112 berhak membentuk pemerintahan federal.

Kemenangan itu mengakhiri lebih dari 60 tahun pemerintahan oleh Barisan Nasional. Mahathir Mohamad menyatakan, koalisi itu akan mengembalikan hukum dan peraturan. Dia juga menyatakan bahwa kemenangannya, “tidak hanya tentang beberapa suara, tidak hanya tentang beberapa kursi,tapi tentang mayoritas yang substansial.”

Mayoritas yang substansial yang dimaksudkan secara tersirat itu adalah Muslim Melayu, yang menentang petahana yang disokong kaum China berideologi anti Tuhan, atau disebut juga dengan istilah Naga Komunis. Tun Nadjib Razak ditumbangkan Mahathir Mohammad yang sudah berusia 92 tahun.

Amien Rais menyebut kemenangan Mahathir Mohamad di pemilu Malaysia akan berdampak di Indonesia. Dia yakin kemenangan yang sama akan diraih partai oposisi di Indonesia di pemilu 2019 mendatang.

“(Mahathir) menghadapi Najib (petahana) yang sangat kuat, menguasai polisi, menguasai ini dan lain-lain. Kalah Najib,” kata Amien saat mengisi ceramah di Masjid Muthohirin Yogyakarta, Kamis (10/5/2018) malam. “Insyaallah ini (pemilu Indonesia 2019) juga akan seperti itu,” lanjut Amien.

Amien mengakui memang kemenangan Mahathir sangat berdampak dalam pemilu di Indonesia mendatang. Sebab, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa petahana masih bisa dikalahkan.

“Kalau Mahathir menang di Malaysia, Prabowo menang di Indonesia nanti itu bisa bermitra. Kita bisa saling memperkuat,” ungkapnya.

Amin menyebut pemilu 2019 mendatang merupakan ajang pertempuran politik. Dia mengibaratkan pemilu 2019 seperti perang badar di zaman Rasulullah.

Kala itu, jumlah pasukan muslim tidak sebanding dengan jumlah lawan. Namun, atas tekad para pejuang muslim dan atas bantuan Allah, akhirnya perang tersebut dimenagkan pihak muslim. “Allah akan tetap menolong kita,” ujarnya.

Apa yang disampaikan Amien Rais memang menjadi pendapat umum rakyat Malaysia. Tim Suara Islam yang bertandang ke Malaysia merekam opini masyarakat yang seolah tak percaya kemenangan Mahathir.

“Benar-benar, banyak orang tidak sangka, Datuk Dr Mahatir Muhammad berhasil memenangkan pemilihan umum. Pula, kendati tidak dengan kemenangan yang mutlak, Agung (maksudnya Yang Dipertuan Agung Diraja Malaysia, re ) memilihnya untuk kembali ke kekuasaan Perdana Menteri.”

Demikian tuturan Ustaz Shofwan Badrie Bin Ahmad Badrie, shohibul fadhilah alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo Jawa Timur, yang sudah mukim selama 30 tahun dan sudah menjadi warga Negara Malaysia, Senin (28 Mei 2018) dalam perbincangan dengan Suara Islam yang berkunjung ke Malaysia selama tiga hari.

Kendati banyak yang tidak sangka atas kemenangan ini, namun setelah partai-partai oposisi—-terutama dengan keluarga Anwar Ibrahim dapat menyatu, umumnya warga Malaysia kemudian menjadi Optimis Datuk Mahatir mampu ambil alih kembali pemerintahan. “Jika yang dulu menyebabkan kebagusan bagi Malaysia , kemudian terjadi kerusakkan, Allah masih beri kesempatan Datuk Mahatir untuk perbaiki kembali,” tandas Ustaz Sofwan Badrie.

Ustaz Sofwan Badrie bin Ahmad Badrie serta sejumlah Sahibul Fadhilah yang sempat berbincang dengan Suara Islam rata-rata mengungkap kunci keberhasilan Datuk Mahatir Muhammad memenangkan pemilihan; karena terjadi kesatuan kehendak yang menggumpal kuat dari segenap partai oposisi untuk mengganti pemerintahan. Dan, ketika itu memang ada “sesuatu” yang mampu mempersatukan menjadi gumpalan pandangan dan kehendak yang satu dan kokoh.

“Jakarta (Indonesia, red) Insyaallah tentu mampu merembetkan kemenangan Datuk Mahatir, untuk mengambil kemenangan pada pemilu 2019 mendatang. Toh, indikasinya sudah ada; yang sudah terbukti mampu menyatukan kekuatan, untuk meraih kemenenangan di ibu kota Negara,” ungkap Ustaz Sofwan Badrie.

Suara Islam di antaranya mencatat yang pernah terjadi di dalam menghadapi Pilkada DKI dengan target menggagalkan incumbent untuk memimpin kembali. Namun ketika sudah memaksimalkan – semaksimal mungkin ikhtiar, di pihak seberang justru memperhebat “rayuan” kepada calon pemilih, dengan menggencarkan pembagian sembako. Menggerojok hebat hingga ke kantong-kantong dhuafa yang paling tersembunyi. [suara-islam]

Tentang THR dan APBN yang Dikelola Ugal-ugalan

View Article

Masih percaya dengan Menkeu Sri Mulyani yang bolak-balik menyatakan APBN dikelola dengan prudent? Kisah anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 tahun ini adalah bukti bahwa klaim itu Cuma isapan jempol. Faktnya Pemerintah mengelola APBN dengan ugal-ugalan.

Beberapa bukti itu antara lain, pertama, Presiden Jokowi mengaku tidak tahu-menahu tentang THR dan gaji ke-13 tersebut. Untuk perkara ini memang bisa disebut aneh bin ajaib. Kok bisa Presiden tidak tahu ada alokasi duit hingga Rp35,8 triliun yang diklaim Sri sudah dianggarkan di APBN.

Keanehan berikutnya, kalau pun Jokowi tidak tahu-menahu, kok Presiden sudah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang pemberian THR dan gaji ke-13 untuk para pensiunan penerima tunjangan, seluruh PNS, prajurit TNI, dan Anggota Polri, pada 23 Mei 2018 silam?

Selain untuk para pegawai sipil, militer, dan Polri, PP tersebut menyebut pejabat negara lainnya seperti Presiden, Wakil Presiden, anggota MPR dan DPR juga dapat THR. Rinciannya, anggaran THR gaji sebesar Rp 5,24 triliun, THR untuk tunjangan kinerja Rp 5,79 triliun, THR untuk pensiunan Rp 6,85 triliun, gaji ke-13 sebesar Rp 5,79 triliun,‎ dan pensiunan ke-13 senilai Rp 6,85 triliun.

Bukti kedua bahwa APBN dikelola dengan ugal-ugalan adalah, para kepala daerah (bupati/walikota) ternyata kebingungan. Pasalnya, Sri mengatakan pemberian THR dan gaji ke-13 di daerah menjadi tanggungjawab APBD. Yang jadi persoalan, para kepala daerah tadi tidak tahu ada ketentuan tersebut. Bukan itu saja, mereka malah menyatakan tidak tahu harus mencomot dari pos mana di APBD.

Sebagai Menkeu, tentu saja, Sri mengklaim semuanya sudah diurus rapi-jali sejak awal. Menurut dia, penganggaran THR dan gaji ketiga belas tahun ini sudah masuk dalam Dana Alokasi Umum (DAU) di APBN 2018. Artinya, Pemerintah sudah membahas dengan DPR.

Pembohongan publik

Kelau Sri memang benar, bahwa penganggarananya sudah masuk dalam pos DAU, kenapa para kepala daerah kebingungan? Keluhan seperti inilah yang disampaikan Ketua MPR Zulkifli Hasan, hari-hari belakangan. Bahkan, menurut Zulkifli, dia mengaku mendapat informasi ada Bupati yang membayar sendiri THR tersebut. Apakah ini tidak berarti Sri telah melakukan pembohongan publik?

Sengkarut perkara THR ini kian jadi pabalieut setelah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ikut cawe-cawe. Melalui surat bernomor 903/3387/SJ, Tjahjo melimpahkan pembayaran THR dan gaji 13 kepada APBD.

Sayangnya, niat Tjahjo untuk membantu koleganya, justru makin menguak betapa APBN disusun dan dikelola dengan serampangan. Buktinya, pada poin keenam surat menyebutkan bagi daerah yang belum menyediakan/tidak cukup tersedia anggaran THR dan gaji 13 dalam ABBD tahun 2018, pemerintah daerah segera menyediakan. Caranya, dengan menggeser anggaran yang dananya bersumber dari belanja tidak terduga, penjadwalan ulang kegiatan dan atau menggunakan kas yang tersedia.

Lalu, poin ketujuh surat tersebut menyebutkan penyediaan anggaran THR dan gaji ke-13 atau penyesuaian nomenklatur anggaran sebagaimana tersebut pada angka 6 dilakukan dengan cara mengubah penjabaran APBD tahun 2018 tanpa menunggu perubahan APBD tahun 2018. Meski demikian, para kepala daerah harus segera memberitahukan kepada pimpinan DPRD paling lambat sebulan setelah dilakukan perubahan penjabaran APBD.

Praktik geser-menggeser anggaran karena tidak dialokasikan sebelumnya jelas membongkar kebohongan Sri. Menkeu yang satu ini dengan yakin dan pedenya alias percaya diri menyatakan, soal THR dan gaji ke-13 sudah dialokasikan dalam DAU. Yang terjadi di lapangan justru sebaliknya. Para bupati dan walikota kebingunan dan kelimpungan.

Pidana korupsi

Tapi, tahukah Sri, Tjahjo dan para pejabat publik lain, bahwa praktik geser-menggeser anggaran dalam APBD dan atau APBN tidak bisa sembarangan dilakukan? Kalau nekat, mereka bisa dikenai pasal-pasal pidana korupsi. Paling tidak, begitulah pendapat pakar hukum tata negara Margarito Kamis.

Menurut Margarito, dari segi tata negara dan hukum keuangan, memberi THR dan gaji ke-13 adalah hal yang lazim saja. Keganjilan baru terjadi bila keduanya tidak dianggarkan dalam APBN dan atau APBD.

Seperti diketahui, APBN dan APBD adalah produk hukum. Di tingkat pusat, APBN disahkan dengan Undang Undang. Sedangkan di daerah sah melalui Perda. Dengan demikian, jika sebelumnya tidak dianggarkan dalam APBN dan atau APBD, maka akibat hukumnya adalah Pemerintah tidak punya dasar hukum melakukan pembayaran THR dan gaji ke-13 itu.

“Pembayaran THR dan gaji-13 tidak dapat dipecahkan dengan cara menggeser mata anggaran dalam APBD. Bila Pemda melakukannya, maka tindakan itu absolut bertentangan dengan hukum. Dapat dipastikan pergeseran itu akan menjadi temuan oleh BPK. Surat edaran Mendagri tidak memiliki kapasitas hukum, sehingga tidak bisa dijadikan dasar hukum oleh Pemda menggeser anggaran. Bila Pemda memaksakan diri, maka potensi munculnya tindak pidana korupsi,” papar Margarito.

Itu baru dari sisi hukum. Di luar itu, masih ada masalah lain. Duit Rp35,8 triliun jelas bukanlah sedikit. Jumlah itu kian terasa jumbo, manakala pada banyak kesempatan Pemerintah berteriak-teriak tidak punya uang untuk membiayai pembangunan. Namun anehnya, pada saat yang sama Pemerintah dengan entengnya menggelontorkan dana sangat besar untuk keperluan yang aroma politisnya sangat menyengat ini.

Asal tahu saja, alokasi THR dan gaji ke-13 tahun ini memang benar-benar superjumbo. Dibandingkan dengan alokasi serupa tahun lalu yang ‘hanya’ Rp23 triliun, kali ini kenaikannya mencapai 68,92%. Lonjakan ini lantaran adanya penambahan komponen THR pensiun sebesar Rp6,9 triliun dan THR tunjangan kinerja sebesar Rp5,8 triliun.

Pada 2017, THR hanya diberikan kepada aparatur pemerintah sebesar gaji pokok tanpa tunjangan. Sedangkan pensiunan tidak diberikan THR. Sebaliknya tahun ini komponen THR mencakup gaji pokok, tunjangan umum, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan tunjangan kinerja. Sementara THR yang diterima para pensiun meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan tambahan penghasilan. THR dengan berbagai komponen seperti itulah yang juga diterima Presiden, Wakil Presiden, pimpinan dan anggota DPR dan MPR.

Katanya ber-Pancasila?

Sampai di sini sedikitnya ada dua muatan. Pertama, aksi bagi-bagi duit di tahun politik ini jelas jadi hajat penting Pemerintah. Gampang ditebak, Pemerintah mencoba merayu aparat dan pensiunan untuk meraup suara dukungan mereka. Sahkah? Hmmm…. gimana yaaa…

Kedua, apa iya Presiden, Wapres, pimpinan dan anggota DPR/MPR masih perlu dapat THR dan gaji ke-13. Lha wong hampir bisa dipastikan, mereka selama ini sudah relatif tajir. Para pejabat publik itu sudah memperoleh gaji dan guyuran fasilitas lebih dari cukup, untuk tidak menyebut berlebihan, yang semuanya dibiayai dengan uang rakyat. Tidakkah ada sedikit saja empati mereka terhadap sebagain besar rakyat yang kesehariannya harus berakrobat dan pontang-panting untuk sekadar bertahan hidup?

Katanya ini negeri ber-Pancasila? Dimanakah nilai-nilai Pancasila itu? Bagaiman dengan jargon dan slogan para pejabat publik yang getol berteriak paling lantang, “kami Pancasila, kami Indonesia, NKRI harga mati”?

Masih soal empati dan teposliro dari para pejabat publik tadi. Iseng-iseng hitung, berapa jumlah seluruh aparatur negara? Silakan gabung jumlah PNS, aparat sipil dan militer dari Sabang sampai Merauke? Adakah total jumlah mereka 10 juta orang saja? Katakanlah, rata-rata tiap aparat/pegawai menanggung beban empat jiwa (satu istri plus tiga anak), maka jumlahnya baru 50 juta jiwa. Kalau kini penduduk Indonesia ada 263 juta jiwa, lalu, bagaimana dengan nasib 213 juta jiwa sisanya? Kepada siapa mereka berharap THR dan gaji ke-13?

Makin dikulik, perkara THR dan gaji ke-13 ini makin miris saja. Bagaimana tidak, APBN di tangan seorang Menkeu yang konon terbaik di dunia, kok bisa-bisanya jadi amburadul dan acak-kadut begini? Sekali lagi, ini jadi bukti bahwa dia memang memang cuma moncer di media belaka. Gemerlap yang ada adalah buah kolaborasi media mainstream dan kapitalisme global yang punya kepentingan dan agenda tersembunyi, baik secara ekonomi maupun politik, terhadap negeri ini. Ngeriii…!

Jakarta, 5 Juni 2018

Edy Mulyadi
Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)
Dipublikasikan oleh suara-islam.com

Selasa, 05 Juni 2018

Beberapa Amalan yang Dianjurkan pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

View Article

Setelah memaklumi bahwa lailatul qadr berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, tentu seorang hamba harus mempersiapkan dirinya dengan beberapa amalan shahih yang, kalau dikerjakan pada lailatul qadr, nilai amalan itu tentu lebih baik daripada dikerjakan selama seribu bulan.

Amalan shahih apapun, yang dikerjakan pada lailatul qadr, akan mengandung keutamaan tersebut. Oleh karena itu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam sangat memaksimalkan amalan shalih pada sepuluh malam terakhir sebagaimana diterangkan oleh Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ

“Adalah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir, suatu hal yang beliau tidak bersungguh-sungguh (seperti itu) di luar (malam) tersebut.” [Diriwayatkan oleh Muslim dan Ibnu Majah.]

Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang muslim mencontoh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dalam kesungguhan beliau dalam hal menjalankan ibadah.

Berikut beberapa amalan yang pelaksanaannya sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Pertama: Qiyamul Lail

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berdiri (untuk mengerjakan shalat) pada lailatul qadr karena keimanan dan hal mengharap pahala, akan diampuni untuknya segala dosanya yang telah berlalu.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary, Muslim, Abu Dâwud, At-Tirmidzy, dan An-Nasâ`iy.]

Perihal amalan ini juga diterangkan oleh Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ,

كَانَ النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Adalah Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, bila sepuluh malam terakhir telah masuk, mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry (konteks hadits ini milik beliau), Muslim, dan Abu Dâwud.]

Kedua: Membaca Al-Qur`an

Al-Qur`an Al-Karim memiliki kekhususan kuat berkaitan dengan bulan Ramadhan bahwa Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur`an.” [Al-Baqarah: 185]

Dimaklumi pula bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam memberi perhatian lebih terhadap Al-Qur`an pada bulan Ramadhan sehingga Jibril turun pada bulan Ramadhan untuk Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang membaca Al-Qur`an sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Abbas radhiyallâhu ‘anhumâ bahwa beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَلْقَاهُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ فِيْ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ فَيَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Adalah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam orang yang terbaik dengan kebaikan, dan beliau lebih terbaik pada bulan Ramadhan. Sesungguhnya Jibril menjumpai beliau setiap tahun pada (bulan) Ramadhan hingga bulan berlalu. Beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam memperhadapkan Al-Qur`an kepada (Jibril). Apabila Jibril menjumpai (Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam), beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang lebih baik dengan kebaikan daripada angin yang berembus tenang.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary, Muslim, dan An-Nasâ`iy.]

Dimaklumi oleh setiap muslim, keutamaan Al-Qur`an dalam segala hal, baik dalam membacanya, menadabburinya, mempelajarinya, maupun hal-hal selainnya.

Ketiga: I’tikaf

I’tikaf berarti berdiam di masjid dalam rangka beribadah kepada Allah Subhânahu wa Ta’âlâ. Tidaklah seseorang keluar dari masjid, kecuali untuk memenuhi hajatnya sebagai manusia.

I’tikaf adalah ibadah sunnah pada bulan Ramadhan serta di luar Ramadhan. Amalan tersebut adalah syariat yang telah ada pada umat-umat sebelum umat Islam dan merupakan mahligai kaum salaf shalih.

Dasar pensyariatan amalan itu adalah firman Allah Subhânahu wa Ta’âlâ,

وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“Sedang kalian beri’tikaf di dalam masjid.” [Al-Baqarah: 187]

Ayat di atas masih dalam rangkaian penjelasan hukum-hukum seputar puasa Ramadhan. Jadi, I’tikaf memiliki kekhususan berkaitan dengan Ramadhan. Oleh karena itu, Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan sebagaimana diterangkan oleh hadits Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ,

أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

“Sesungguhnya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri beliau beri’tikaf setelah itu.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary, Muslim dan Abu Dâwud.]

Keempat: Memperbanyak Doa

Doa adalah ibadah yang sangat agung, merupakan sifat para nabi dan rasul serta ciri orang shalih. Keutamaan, perintah, dan manfaat doa sangatlah banyak diterangkan dalam Al-Qur`an dan sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

Keberadaan doa pada bulan Ramadhan sangatlah kuat. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menyebut tentang amalan tersebut di sela-sela pembicaraan tentang hukum-hukum puasa. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” [Al-Baqarah: 186]

Dimaklumi pula bahwa pertengahan malam adalah waktu yang baik untuk berdoa,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ (وَفِيْ رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ : حِيْنَ يَمْضِيْ ثُلُثُ اللَّيْلِ الْأَوَّلُ, وَفِيْ رِوَايَةٍ أُخْرَى لَهُ : إِذَا مَضَى شَطْرُ اللَّيْلِ أَوْ ثُلُثَاهُ) فَيَقُوْلُ مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِيْ فَأُعْطِيَهِ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِيْ فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita Tabâraka wa Ta’âlâ turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam terakhir tersisa (dalam salah satu riwayat Muslim, ‘Ketika sepertiga malam pertama telah berlalu,’ dan dalam riwayat beliau yang lain, ‘Apabila seperdua atau dua pertiga malam telah berlalu,’), kemudian berfirman, ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, Aku akan mengabulkan untuknya, barangsiapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberikan untuknya, dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku, Aku akan mengampuninya.’.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry, Muslim, Abu Dâwud, At-Tirmidzy, dan Ibnu Mâjah.]

Kelima: Taubat dan Istighfar

Taubat dan istighfar adalah amalan yang dituntut pada seluruh keadaan. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kalian seluruhnya kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung.” [An-Nûr: 31]

Malam hari adalah tempat untuk bertaubat dan beristighfar bagi orang-orang yang bertakwa. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ. آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ. كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ. وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan pada mata air-mata air, sambil mengambil sesuatu yang diberikan oleh Rabb mereka kepada mereka. Sesungguhnya, sebelumnya di dunia, mereka adalah orang-orang yang berbuat baik; Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; Dan pada akhir malam, mereka memohon ampun (kepada Allah).” [Adz-Dzâriyât: 15-18]

Keenam: Umrah

Umrah termasuk amalan shalih yang agung, penuh dengan keutamaan dan kebaikan, serta lebih utama untuk diamalkan pada bulan Ramadhan karena Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عُمْرَةً فِيْ رَمَضَانَ تَقْضِيْ حَجَّةً مَعِيْ

“Umrah pada bulan Ramadhan menggantikan haji bersamaku.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry, Muslim, Abu Dâwud, At-Tirmidzy, dan Ibnu Mâjah.]

Demikian beberapa contoh amalan shalih pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Wallâhu A’lam.


Oleh Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi
Artikel: http://dzulqarnain.net/beberapa-amalan-yang-dianjurkan-pada-sepuluh-malam-terakhir-ramadhan.html

Sabtu, 02 Juni 2018

Perawat 21 Tahun Ini Ditembak Mati Zionis Israel (Video)

View Article

Razan al-Najjar, 21 adalah tenaga medis  perempuan Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel di Jalur Gaza pada Jumat (1/6/2018). Tenaga media berparas cantik penolong demonstran yang terluka ini ditembak di Khan Yunis.

Ia telah muncul beberapa kali di tengah-tengah para mujahid Palestina yang terluka oleh tembakan pasukan zionis Israel.

Najjar ditembak mati di tengah-tengah para demonstran yang menggelar aksi Great March Return.

Demo besar-besaran selama beberapa minggu ini menyerukan hak pengembalian para pengungsi Palestina yang terusir dari kota-kota dan desa-desa mereka di tempat yang sekarang dirampok Israel.

Pejabat Kementerian Kesehatan Gaza, seperti dikutip Haaretz, Sabtu (2/6/2018), mengatakan bahwa setidaknya 100 warga  Palestina terluka selama protes Jumat. Mereka terkena tembakan pasukan Israel, termasuk 40 orang di antaranya terkena tembakan peluru tajam.

Jumlah kematian dan korban luka terus meningkat sejak demo dimulai 30 Maret lalu. Kondisi ini tercatat yang terburuk sejak Perang Gaza 2014. Hari terburuk terjadi pada tanggal 14 Mei lalu, ketika 61 orang Palestina tewas dalam bentrokan dengan pasukan zionis Israel. Pada hari itu, para mujahid juga memprotes pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem. []

Kenapa Setelah Menikah Istri Terlihat Kalah Cantik Dibanding Wanita Lain?

View Article

Seorang suami mengadukan apa yang ia rasakan kepada seorang syekh.

Dia berkata: “Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik daripadanya di dunia ini.

“Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia. Ketika aku sudah menikahinya, aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik daripada dirinya.

“Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis daripada istriku.”

Syekh berkata: “Apakah kamu mau aku beritahu yang lebih dahsyat daripada itu dan lebih pahit?”

Laki-laki penanya: “Iya, mau.”

Syekh: “Sekalipun kamu menikahi seluruh perempuan yang ada di dunia ini pasti anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu daripada mereka semua.”

Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar: “Kenapa tuan Syekh berkata demikian?”

Syekh: “Karena masalahnya terletak bukan pada istrimu. Tapi masalahnya adalah bila manusia diberi hati yang tamak, pandangan yang menyeleweng, dan kosong dari rasa malu kepada Allah, tidak akan ada yang bisa memenuhi pandangan matanya kecuali tanah kuburan.

‘Rasulullah bersabda: ‘Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat.’

“Jadi, masalah yang kamu hadapi sebenarnya adalah kamu tidak menundukkan pandanganmu dari apa yang diharamkan Allah.

“Sekarang, apakah kamu menginginkan sesuatu yang akan mengembalikan kecantikan istrimu seperti pertama kali kamu mengenalnya? Ketika ia menjadi wanita tercantik di dunia ini?”

Laki-laki penanya: “Iya, mau sekali.”

Syekh: “Tundukan pandanganmu.” []

Jumat, 01 Juni 2018

Selalu Hadirkan Perasaan, "Ini Ramadhan Terakhir Saya"

View Article

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Seandainya disingkap kepada kita tentang ajal kita, bahwa Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir dalam hidup kita. Bagaimana kita menjalani Ramadhan kali ini? Berapa kebaikan yang berusaha kita kumpulkan?

Pastinya kita akan sungguh-sungguh mengisi siang dan malamnya dengan banyak ibadah. Banyak amal-amal kebaikan yang kita lakukan, walau membutuhkan pengorbanan tenaga dan materi yang tak sedikit. Mengikhlaskan niat dalam semua amalan. Bertekad meninggalkan semua yang bisa merusak puasa dan mengurangi kesempurnaannya. Intinya, kita akan serius menjalani Ramadhan tahun ini.

Selayaknya perasaan “ini Ramadhan terakhirku dan kesempatanku beramal shalih tinggal sebentar” kita tanamkan dalam diri kita. Sehingga akan mendorong jiwa ini serius, bersungguh-sungguh, dan konsentrasi penuh menjalani ibadah Ramadhan. Tidak tertipu dengan taswif (aku akan lakukan ini besok, lusa, seterusnya) dan angan-angan panjang, bahwa kematianku masih lama dan kesempatanku berbekal masih panjang.

Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, lalu berkata: Wahai Rasulullah, ajari aku dan nasihati aku dengan ringkas. Kemudian beliau bersabda,

إِذَا قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ

“Apabila kamu berdiri dalam shalatmu maka shalatlah seperti shalatnya perpisahan.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad. Disebutkan juga dalam Shahih al-jami', no. 742)

Maksudnya: seperti shalat orang yang mengira bahwa ia tak akan shalat lagi sesudahnya. Apabila orang yang shalat yakin dirinya akan mati dan di sana masih ada satu shalat sebagai shalat yang terakhir, hendaknya ia khusyu' dalam shalat yang dikerjakannya itu karena ia tidak tahu bahwa bisa jadi shalat ini adalah shalat yang terakhir." (Dinukil dari 33 Penyebab Khusyu' Shalat, Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid: 45-46)

Perasaan ini hendaknya dihadirkan dalam semua ibadah kita, khususnya puasa Ramadhan kali ini. Kita merasa bahwa puasa Ramadhan tahun ini adalah puasa terakhir kita. Kita perlakukan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan perpisahan. Sehingga kita terdorong untuk mengisinya dengan sebaik-baiknya, karena kita tak akan mendapati kesempatan ini di tahun berikutnya.

. . . kita jadikan Ramadhan kali ini benar-benar bisa mewujudkan makna Shiyam Imanan wa Ihtisaban sehingga terampuni dosa-dosa kita yang telah lalu. . .

Mari kita istimewakan Ramadhan kali ini dengan meningkatkan perhatian kita kepadanya, seolah-olah kita berpuasa padanya sebagai puasa perpisahan. Kita buang rasa malas yang menghabiskan umur kita dan kita singkirkan angan-angan panjang yang melalaikan dari ibadah yang sungguh-sungguh. Kita keluar dari sekat rutinitas dalam pelaksanaannya kepada ibadah yang hidup ruhnya.

Boleh jadi pada Ramadhan-ramadhan yang telah berlalu kita mengerjakannya hanya sebatas untuk menggugurkan kewajiban, maka kita jadikan Ramadhan kali ini benar-benar bisa mewujudkan makna Shiyam Imanan wa Ihtisaban sehingga terampuni dosa-dosa kita yang telah lalu.

Bisa jadi di antara kita ada yang semangat menghatamkan Al-Qur'an beberapa kali di tahun ini, maka kita jadikan hataman Al-Qur'an di Ramadhan ini sebagai hataman yang ditadabburi, dipahami dan diamalkan isinya.

Jika di tahun sebelumnya ada yang punya hobi berpindah-pindah masjid untuk mencari imam yang bagus bacaannya atau lebih cepat shalatnya, maka ditahun ini kita tanamkan tekad untuk mengejar shalat yang lebih sempurna.

Jika biasanya kita manjakan diri dan keluarga kita dengan minuman dan makanan enak serta hal-hal yang bersifat duniawi, maka di tahun ini kita manjakan diri dan keluarga dengan hidangan ruhiyah dan imaniyah sehingga terpancar cahaya keimanan dalam rumah kita.

Kita yang senang karena sudah membahagiakan keluarga dengan materi duniawi, maka kita perlebar kebahagiaan tersebut ke keluarga lain yang membutuhkan. Kita tingkatkan rasa berbagi kepada keluarga saudara muslim di Ramadhan tahun ini sebagai wujud rahmat kita kepada sesama. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita.

Jika kita sudah sering sedekah untuk membantu orang yang menderita, maka kita jadikan tujuan sedekah kita di Ramadhan ini untuk menyelamatkan diri kita dari jilatan api neraka akibat kesalahan dan dosa kita. Karena sedekah yang ikhlas bisa menghapuskan kesalahan sebagaimana air yang memadamkan api. Sedekah juga merupakan sarana efektif memadamkan kemurkaan Allah.

Tanamkan dalam diri rasa senang memberi hidangan berbuka bagi orang-orang yang berpuasa. Ini untuk menyempurnakan pahala puasa kita, karena orang yang memberi hidangan berbuka ia mendapatkan pahala puasa seperti yang diperoleh pelakunya tanpa dikurangi sedikitpun.

Di antara kita yang memiliki kelapangan rizki, niatkanlah umrah di Ramadhan ini karena keutamaannya yang besar. Kita jadikan umrah kali ini sebagai penghapus dosa-dosa kita yang telah lalu.

. . . Kita tingkatkan rasa berbagi kepada keluarga saudara muslim di Ramadhan tahun ini sebagai wujud rahmat kita kepada sesama. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepada kita. . .

Kita rencanakan di sepuluh terakhir dari Ramadhan tahun ini dengan I’tikaf. Kita bermuhasabah di dalamnya, boleh jadi kematian datang kepada kita secara tiba-tiba. Kita bermuhasabah saat kita berada di alam kubur, apakah masih ada amal-amal yang menjadi sebab siksa kubur yang belum kita istighfar darinya. Kita memuhasabah diri, apakah sudah cukup amal-amal kita untuk menghadapi hisab Allah di hari kiamat kelak. Pantaskah kita menjadi penghuni surga? Apa yang terjadi dengan kita kalau kita harus masuk neraka?

Jangan pelit untuk mendoakan saudara-saudara kita yang disekitar kita dan di belahan bumi lain, semoga Allah mengampuni dosa mereka dan merahmati mereka. Semoga Allah sembuhkan siapa yang sakit, Allah kuatkan hati mereka dengan kesabaran atas musibah-musibah yang menimpa, Allah angkat bala’ dan waba’ dari mereka, dan Allah tolong mereka atas musuh-musuh mereka. Sesungguhnya, saat kita mendoakan saudara muslim kita yang lain, hakikatnya, kita mendoakan untuk diri kita sendiri.

Semoga pesan-pesan ini mampu kita realisasikan bersama sehingga kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik di antara Ramadhan yang telah kita jalani. Semoga Allah limphakan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiiin! [PurWD/voa-islam.com]


Oleh Badrul Tamam
Artikel: http://www.voa-islam.com/read/aqidah/2013/07/09/25787/hadirkan-perasaan-ini-ramadhan-terakhir-saya

NASA Pernah Sembunyikan Temuannya Tentang Malam Lailatul Qadr

View Article

Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al- Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid mengatakan jika sekitar 12 tahun lalu NASA pernah menemukan ciri dari malam Lailatul Qadar sesuai yang diungkapkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ﷺ.

Badan Nasional Antariksa Amerika menemukan bahwa pada suatu malam terjadi fenomena aneh karena tidak ada meteor yang jatuh ke atmosfer bumi serta suhu udara sedang. Padahal pada malam-malam biasa, jumlah meteor yang jatuh ke atmostfer bumi sekitar 20 meteor.

Eramulsim.com – Malam Lailaitul Qadar pada dasarnya menajdi malam rahasia bagi Allah Subḥānahu wa ta'alā, namun ternyata fakta – fakta di balik malam Lailatul Qadar ini telah dibuktikan oleh Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA).

Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam yang paling dinantikan di bulan Ramadhan ini. Malam Lailatul Qadar menjadi malam yang paling istimewa dan paling indah dibandingkan malam seribu bulan dan menjadi malam dimana Al-Quran diturunkan.

Malam Lailatul Qadar ini ditetapkan ketika 10 malam terakhir Ramadhan.

Selama ini umat Islam mempercayai kebenaran adanya malam Lailatul Qadar karena bersumber dari Al-Quran dan hadist. Namun faktanya, malam Lailatul Qadar ini juga bisa diprediksikan oleh Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA).

Melalui sejumlah fakta ilmiah, NASA membuktikan tanda – tanda hadirnya malam lailatul Qadar sesuai dengan yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad dalam Al-Quran dan Al-Hadist.

Nabi Muhammada shallallahu ‘alaihi wa sallam ﷺ mengatakan jika malam lailatul Qadar itu hadir di malam – malam ganjil . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ﷺ juga mengatakan ketika malam Lailatul Qadar itu hadir maksa suhu dibumi berada dalam kondisi yang sedang, pada malam hari tidak terlihat bintang, serta pada pagi harinya udara matahari bersinar cerah namun tidak terasa panasnya.

Dalam semua ungkapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ﷺ itu , NASA telah membuktikan semuanya terkait ciri – ciri fisik tersebut. Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al- Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid mengatakan jika sekitar 12 tahun lalu NASA pernah menemukan ciri dari malam Lailatul Qadar sesuai yang diungkapkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ﷺ.

Pada saat membuktikan tanda – tanda malam Lailatul Qadar yang diungkapkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ﷺ itu , Badan Nasional Antariksa Amerika menemukan bahwa pada suatu malam terjadi fenomena aneh karena tidak ada meteor yang jatuh ke atmosfer bumi serta suhu udara sedang. Padahal pada malam-malam biasa, jumlah meteor yang jatuh ke atmostfer bumi sekitar 20 meteor. Selain itu, NASA juga menemukan bahwa matahari begitu bersinar cerah namun tidak ada radiasi cahaya sekalipun.

Semua fakta yang di dapatkan oleh pihak NASA ini memang sengaja bagi mereka untuk tidak mempublikasikan fakta – fakta ini , bahkan NASA sering mendapat kritikan dari para pakar Islam karena kerap menyembunyikan fakta-fakta kebenaran tentang Al-Qur’an.

Dan dengan pembuktian dari pihak NASA ini kita sebagai umat Islam harus lebih bersyukur telah terlahir di dunia sebagai pilihan umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ﷺ yang memiliki banyak kisah menakjubkan di dunia. (rz) eramuslim, Redaksi – Minggu, 28 Juni 2015 09:00 WIB.

Tanda Malam Lailatul Qadar

[1] Udara dan angin sekitar terasa tenang. Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh/terpercaya)

[2] Malaikat menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

[3] Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat.

[4] Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Shubuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim) (Lihat Shohih Fiqh Sunnah II/149-150).


Pranala luar:
https://www.nahimunkar.org/nasa-pernah-sembunyikan-temuannya-malam-lailatul-qadr/
https://www.nahimunkar.org/lailatul-qadar-dan-itikaf/

Beda Sikap PKS dan PDIP Saat Jadi Headline Negatif Media Bogor

View Article

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan partai politik yang diperhitungkan di Indonesia. Keduanya kerap menjadi buah bibir di laman media massa. Baik bernada positif maupun negatif.

Kedua partai tersebut belakangan menjadi halaman utama (headline) di harian berbeda di Bogor dengan nada negatif.

Harian “Bogor Today” memuat headline dengan judul "Banyak Tokoh PKS Dituduh Dukung Terorisme" pada Kamis (24/5) . Tak ada respons berarti dari PKS mengenai hal itu. Merasa mendapatkan fakta bahwa PKS tidak mendukung terorisme dan PKS malah mendukung pengesahan revisi UU tentang Terorisme, pada Senin (28/5/2018), Bogor Today meminta maaf dan membuat headline “PKS Bersih dari Teroris".

Sementara itu PDIP mendapat keapesan halaman utama "Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta" dari harian Radar Bogor. Di sana tertulis membandingkan gaji Megawati di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dengan dengan sejumlah pejabat. Harian itu naik cetak pada Rabu (30/5/2018).

Permohonan maaf

Tak lama setelah naik cetak, media Radar Bogor digeruduk oleh kader dan simpatisan PDIP pada Rabu (30/5) sore sekitar pukul 16.00 WIB., karena dinilai menghina Megawati Soekarnoputri.

Kemarahan kader PDIP dilampiaskan dengan memaki karyawan Radar Bogor yang ada di tempat. Sejumlah properti kantor dirusak. Mereka berteriak-teriak ingin bertemu dengan Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja.

Hingga  kini pihak Radar Bogor belum akan meminta maaf atas berita yang dimuat. PDIP diminta menempuh jalur itu (dewan pers) jika ingin mendapatkan permintaan maaf dari Radar Bogor. []

Massa PDIP Geruduk Kantor Radar Bogor, Satu Staf Dipukul

View Article

Sekitar seratus orang massa PDIP mendatangi kantor media Radar Bogor di Jalan KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh, Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (30/5/2018) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka marah dan memukul salah seorang staf kantor yang bertugas.

Massa menggeruduk kantor Media Radar Bogor karena pemberitaan yang diterbitkan media tersebut pada pagi harinya dengan judul "Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta".

"Mereka datang dengan marah-marah, membentak, mengejar staf kami yang ada di depan, dan merusak dengan sengaja properti kami," kata Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja seperti dikutip CNNIndonesia.

Selain membentak dan memaki, massa juga sempat melakukan dorong-dorongan terhadap Tegar dan beberapa karyawan. Bahkan salah seorang staf Radar Bogor dipukul namun berhasil ditangkis.

"Secara fisik, satu orang staf kami ada yang dipukul tapi ditangkis. Itu terjadi di belakang Aula Radar Bogor di lantai satu. Saya juga didorong-dorong," lanjutnya.

Untungnya, keributan itu bisa diredam dengan mediasi yang juga dihadiri oleh aparat kepolisian dari Polresta Bogor. Delapan orang perwakilan PDIP bermusyawarah dengan Radar Bogor di ruang rapat redaksi.

Headline Koran Radar Bogor

Mediasi berjalan alot. Pihak PDIP sempat menggebrak meja dan memaki-maki. Mereka keberatan dengan penggunaan kata gaji dalam berita tersebut.

Tegar mengakui ada ketidaktepatan penggunaan kata gaji dalam berita tersebut. Namun menurutnya hal itu bukan berarti sebuah kesalahan. Setelah berdiskusi, jumlah Rp112 juta itu merupakan penghasilan Megawati, termasuk di dalamnya adalah gaji.

Radar Bogor akan mengoreksi istilah gaji tersebut. Pihaknya juga akan menaikkan berita yang diminta kader PDIP bahwa Megawati belum dan tidak mau mengambil penghasilan itu. [Ibnu K/Tarbiyah]

Pembahasan Seputar Mandi Wajib Saat Bulan Ramadhan

View Article

Puasa Tanpa Mandi Wajib

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Salah satu diantara pertanyaan yang sangat sering nyangkut di KonsultasiSyariah.com, ketika orang junub di malam hari ramadhan, baik karena mimpi basah maupun karena hubungan badan, atau karena onani, kemudia belum madi hingga masuk subuh, apakah puasanya sah. Kasus yang sering terjadi, mereka junub di malam hari dan ketiduran, kemudian bangun sudah masuk subuh.

Karena ketidak tahuannya, ada sebagian orang yang enggan puasa karena belum mandi junub ketika masuk subuh. Yang lebih parah lagi, ada yang tidak shalat subuh karena melanjutkan tidur hingga pagi hari. Padahal semua tindakan ini, meninggalkan shalat atau tidak puasa tanpa alasan, adalah dosa sangat besar. Sementara, belum mandi ketika masuk waktu subuh, BUKAN alasan yang membolehkan seseorang meninggalkan puasa. Dan meninggalkan puasa tanpa asalan yang benar mendapatkan acaman sangat keras, sebagaimana keterangan di: Hukum Membatalkan Puasa Tanpa Alasan

Belum Mandi Ketika masuk Waktu Subuh

Bukanlah syarat sah berpuasa, seseorang harus suci dari hadats besar atau kecil. Ini berbeda dengan shalat atau thawaf di ka’bah. Orang yang hendak shalat atau thawaf, harus suci dari hadats besar maupun kecil. Dan jika terjadi hadats di tengah-tengah shalat maka shalatnya batal. Lain halnya dengan puasa, suci dari hadats bukanlah syarat sah puasa. Tidak bisa kita bayangkan andaikan puasa harus suci hadi hadats, tentu semua orang yang puasa akan sangat kerepotan. Karena mereka tidak boleh kentut atau buang air selama berpuasa.

Oleh karena itu, orang yang junub dan belum mandi hingga subuh, tidak perlu khawatir, karena semacam ini tidaklah mempengaruhi puasanya. Dalil pokok masalah ini adalah hadis dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu ‘anhuma; mereka menceritakan,

كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya. Kemudian, beliau mandi dan berpuasa.” (HR. Bukhari 1926 dan Turmudzi 779).

At-Tumudzi setelah menyebutkan hadis ini, beliau mengatakan,

وَالعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَكْثَرِ أَهْلِ العِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَغَيْرِهِمْ، وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ، وَالشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ، وَإِسْحَاقَ

Inilah yang dipahami oleh mayoritas ulama di kalangan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang lainnya. Dan ini merupakan pendapat Sufyan At-Tsauri, As-Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq bin Rahuyah. (Sunan At-Turmudzi, 3/140).

Bolehkah Sahur dalam Kondisi Junub?

Ketika ada orang junub bangun tidur di penghujung malam, dia berada dalam keadaan harus memilih antara mandi dan sahur, apa yang harus didahulukan?

Dari penjelasan di atas, kita punya kesimpulan bahwa mandi junub tidak harus dilakukan sebelum subuh. Orang boleh mandi junub setelah subuh, dan puasanya tetap sah. Sementara sahur, batas terakhirnya adalah subuh. Seseorang tidak boleh sahur setelah masuk waktu subuh. Dengan menimbang hal ini, seseorang memungkinkan untuk menunda mandi dan tidak mungkin menunda sahur. Karena itu, yang mungkin dia lakukan adalah mendahulukan sahur dan menunda mandi.

Hanya saja, sebelum makan sahur, dianjurkan agar berwudhu terlebih dahulu. Sebagaimana keterangan dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا كان جنبا فأراد أن يأكل أو ينام توضأ وضوءه للصلاة

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.” (H.r. Muslim, 305).

Jika Hendak Shalat Subuh, Mandi Dulu

Perhatikan, jangan sampai kondisi junub ketika puasa membuat anda meninggalkan shalat subuh, disebabkan malas mandi. Karena meninggalkan shalat adalah dosa yang sangat besar. Sebelum shalat, mandi dulu, karena ini syarat sah shalat.

Allah berfirman,

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

“Jika kalian dalam keadaan junub, bersucilah..” (QS. Al-Maidah: 6)

Demikian, semoga bermanfaat. Allahu a’lam. []


Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Artikel: https://konsultasisyariah.com/19428-bolehkah-puasa-tanpa-mandi-wajib.html

Kamis, 31 Mei 2018

Geliat Perkembangan dan Pertumbuhan Islam di Polandia

View Article

Muslimin dapat hidup damai dan tak pernah bersengketa dengan masyarakat setempat.

Polandia, negara di Eropa Tengah, ini jarang didengar gaungnya dalam menaungi kehidupan Muslimin. Namun siapa sangka, negara bekas komunis tersebut memiliki sejarah Islam yang panjang, yakni sekitar 600 tahun silam.

Islam pertama kali masuk ke Polandia dibawa oleh bangsa Tartar Muslim yang melarikan diri dari negara mereka akibat perang sipil.

Awalnya, mereka bermigrasi ke Lithuania. Namun, kemudian Raja Polandia merekrut mereka menjadi prajurit tangguh kaki tangan raja.

Para prajurit Tartar itu pun dengan gagah berani bertempur mengamankan Polandia dari berbagai ancaman luar, seperti gangguan Kerajaan Teknokil pada awal abad ke-15.

Mereka bahkan dikabarkan menjadi prajurit dalam Perang Wina di kubu Kerajaan Kristen Austro-Hongaria dalam melawan pasukan Turki Usmani.

Hingga ketika Polandia terlibat Perang Dunia II, pasukan Tartar ini masih menjadi militer tangguh negara. Dengan posisi penting sebagai ujung pedang negara, para prajurit Tartar itu tentu saja mendapat hak spesial.

Mereka setara dengan para bangsawan dan mendapat banyak hak istimewa serta fasilitas utama dari raja. Pasukan Tartar ini pun mendapat sebidang tanah untuk mereka tinggali dan membentuk komunitas.

Itulah komunitas Islam pertama di negara tetangga Jerman tersebut. Mereka pun kemudian menikahi wanita setempat dan mengenalkan Islam kepada keluarganya. Tak hanya itu, mereka juga diizinkan membangun masjid.

Menurut halaman Planeta Islam yang dipublikasikan komunitas Muslim Polandia, saat itu komunitas Muslim telah berjumlah sekitar 200 ribu orang dengan 160 masjid tegak berdiri.

Sayang beribu sayang, komunitas awal Islam ini meredup seiring bergantinya zaman. Semakin lama hidup di tengah mayoritas Kristen, mereka kemudian terbawa budaya dan tradisi masyarakat setempat.

Maka, mulai hilanglah nilai-nilai Islam yang ditanamkan generasi awal. Anak cucu pasukan Tartar pun memilih menjadi nasrani.

Kondisi Muslimin yang makin meredup itu pun kemudian diselamatkan oleh sekelompok Muslim yang membentuk sebuah organisasi pada 1917. Mereka menamakan diri sebagai “Persatuan Muslim Polandia”.

Namun, kondisi tak mendukung pergerakan mereka. Polandia di bawah rezim komunis mengakibatkan penurunan jumlah Muslimin yang besar. Pasalnya, banyak Muslimin yang dideportasi ke Siberia, tanah mereka pun dirampas, dan masjid-masjid ditutup.

Disebutkan oleh Planeta Islam, jumlah Muslimin pasca-insiden tersebut tersisa sekitar 5.000 orang. Puluhan masjid pun tersisa dua saja, yakni di Bohoniki dan Kruszyniany.

Tak hanya minim secara kuantitas, Muslimin kala itu juga minim kualitas. Pemahaman mereka terhadap agama sangat buruk sehingga rawan terjadi konversi iman. Apalagi, tak adanya lembaga yang memberikan mereka pendidikan syariat.

Mati surinya Muslimin Polandia ini pun kemudian bangkit ketika banyak imigran Muslim dari bangsa Arab. Semangat Islam kemudian digalakkan kembali. Kelompok yang berada di garda terdepan dakwah Islam saat itu justru para mahasiswa Muslim.

Pada 1989 mereka membentuk Perkumpulan Mahasiswa Muslim Polandia. Organisasi ini kemudian membenahi pendidikan Islam Muslimin yang dimulai dari anak-anak. “Mereka mendirikan beberapa pendidikan Islam dasar untuk anak-anak Tatar,” dikutip dari Islamweb.

Sejak itulah Islam kembali menggeliat di Polandia. Saat ini, jumlah Muslimin lebih dari 30 ribu jiwa dengan komposisi Tartar, sang Muslimin awal hanya 5.000 jiwa. Kemudian, Muslim imigran asing sekitar 25 ribu serta Muslimin setempat atau para mualaf sekitar 500 hingga seribu orang.

Dalam kehidupan sehari-hari, Muslimin Polandia masih memiliki banyak hambatan. Dalam pangan misalnya, mereka hanya memiliki satu toko halal yang berlokasi di ibu kota, Warsawa.

Banyaknya jumlah masjid yang ditutup pun membuat mereka kekurangan fasilitas ibadah. Masjid tak pernah cukup menampung jamaah. Tak hanya itu, Muslimin di sana juga berada di bawah garis kemiskinan.

Dalam pendidikan Islam pun, Muslimin masih membutuhkan banyak literatur Islam. Bahkan, untuk terjemahan Alquran, terdapat satu karya terjemah dari era Tartar abad ke-19.

Namun, terjemahan itu pun baru rampung sebagian. Bagian yang tersisa justru dirampungkan oleh seorang orientalis non-Muslim bernama Jozef Bielawski serta sebagian lain oleh kelompok Ahmedija.

Kendati banyak memiliki kesulitan, Muslimin Polandia hidup bahagia. Mereka dapat hidup damai dan tak pernah bersengketa dengan masyarakat setempat. Dibanding negara Eropa sekitarnya, Muslimin Polandialah yang dapat merasakan hidup tenteram tanpa diskriminasi sodial.

Untuk menjaga keharmonisan dengan agama mayoritas, terdapat dewan umum di Polandia yang menanganinya. Dewan Katolik dan Muslim merupakan salah satu lembaga yang memediasi dialog antaragama di negara tersebut.

Anggota dewan itu sekaligus ketua komunitas Muslim di kawasan Bialystok, Halima Szahidewicz, menuturkan, tak pernah ada pertikaian ataupun ketegangan dalam hubungan antaragama. Kondisi damai tersebut pun telah berlaku sejak generasi Muslim pertama Polandia.

“Banyak sekali hal yang berubah dalam 600 tahun terakhir, tapi ada satu hal yang tak berubah, yakni toleransi terhadap kami Muslimin,” ujarnya. []


Rep: afriza hanifa
Red: Damanhuri Zuhri
Dipublikasikan pertama kali oleh Khazanah Republika

Pranala luar:
1. http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/08/21/mrvdhl-geliat-islam-di-polandia
2. http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/16/11/15/ogn4fr313-polandia-surga-bagi-umat-islam
3. https://news.detik.com/berita/3232708/garis-asa-muslim-tatar-polandia
4. http://www.gomuslim.co.id/read/news/2016/11/16/2194/pertahankan-identitas-begini-aktivitas-dakwah-muslimah-di-polandia.html