Sabtu, 06 Januari 2018

Korban Sodomi Predator di Tangerang Bertambah dari 25 Menjadi 40 Orang


Predator sodomi 40 anak mengakui seluruh perbuatannya kepada Kepolisian Polresta Tangerang.

WS alias Babeh, 49, mengaku khilaf atas perbuatan bejatnya yang telah melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan anak laki-laki dibawah umur.

WS melampiaskan hasrat seksualnya dengan menyodomi anak-anak tak berdosa  di gubuk yang didirikannya di dua tempat berbeda, yakni di Kecamatan Gunung Kaler dan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

Dia menyampaikan bahwa itu dilakukan sejak 2016, saat dirinya ditinggal istrinya yang bekerja sebagai TKI di Malaysia.

Mengenakan pakaian tahanan dengan penutup wajah, predator tersebut menjawab sejumlah pertanyaan dari awak media,  di ruang rupatama Mapolresta Tangerang, Jumat (5/1/2018).

Ia mengaku bersalah dan sudah menyadari segala perbuatannya yang mengancam rusaknya masa depan puluhan anak yang menjadi korbannya. Saat menyodomi anak-anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) tersebut, dia tidak memiliki ilmu hitam apapun.

"Hanya akal-akalannya saja untuk lebih meyakinkan para korban," ujarnya.

Awalnya ia mengaku perilaku seksualnya normal sebagaimana layaknya kaum laki-laki lainnya.

"Sebenarnya enggak begitu (suka sesama jenis), tapi sejak istri enggak ada, ya mungkin itu kecerobohan saya sehingga terjadi begitu," ungkapnya.

Mengenai jumlah korban yang mencapai puluhan anak, ia mengaku awal niatnya pindah dari kampung asalnya di Kecamatan Gunung Kaler ke Rajeg untuk menghindari anak-anak tersebut. Namun karena dilokasi yang berbeda masih didatangi juga, akhirnya hasrat perilaku seksual menyimpangnya pun kembali muncul.

"Waktu itu sebenarnya saya lari dari kampung saya mau menghindar, tapi karena anak-anak ke saya ada kedekatan, jadi hasrat saya timbul kembali," bebernya.

Selain itu, ia juga mengaku belum mengetahui sebab gubuk yang didirikannya di Gunung Kaler dibakar oleh warga yang membuat ia harus pindah tempat ke Rajeg.

"Saya enggak tahu masalahnya belum jelas, waktu itu belum ada yang tahu," imbuhnya.

Ditanya awak media apakah pelaku juga melakukan tindakan serupa kepada siswa disalah satu sekolah dasar (SD) di Rajeg dimana ia pernah mengajar sebagai guru honorer, ia mengaku tidak pernah melakukannya.

"Ya enggak, sekarang sudah non aktif (sebagai guru honorer)," tukasnya. [tangerangnews]

Simak artikel penting:
- Dosa-Dosa Besar Kaum Pecinta Sesama Jenis
Sodomi Pertama Ajaran Iblis dan Pemusnahan Kaum Nabi Luth
Kota Sodom Ditemukan, Maukah Kaum Pecinta Sesama Jenis Mengambil Pelajaran? 
Foto dan Video Hancurnya Kota Pecinta Sesama Jenis Pompeii
- LGBT Dibiarkan Bumi Pun Berguncang
- Kaum Sodom Dahulunya Juga Anggap Seruan Nabi Luth Sebagai "Cocoklogi"
- Ternyata Hadist Ini Paling Ditakuti Oleh Kaum LGBT
- Pakar: Muncul Penyakit Kanker Anal Karena Marak LGBT



Pranala luar:
- http://tangerangnews.com/kabupaten-tangerang/read/22546/Predator-40-Anak-Mengaku-Eksekusi-Korban-di-Gubuk-Rajeg-Gunung-Kaler
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180104164650-12-266761/babeh-sodomi-25-anak-di-tangerang-bermodal-ajian-semar-mesem
- http://megapolitan.kompas.com/read/2018/01/04/21500351/pengakuan-babeh-yang-sodomi-25-anak-di-tangerang
- https://nonstopnews.id/Kab-Tangerang/details/631/Predator-Sodomi-Ini-Mengaku-Pernah-Jadi-Korban-Sodomi



Artikel Terkait

loading...