Sabtu, 24 Februari 2018

Ini Beberapa Cara Ghazwul Fikri Dalam Menyerang Umat Islam


Ghazwul fikri saat ini menyerang kita dengan langkah yang terlihat baik, namun sebenaranya itu buruk bagi kita, seperti di bawah ini contohnya :

1) Melegalkan kemaksiatan atas nama HAM 
Sudah mendengar kabar bahwa ada negara asia telah melegalkan LGBT? Heran bahwa secara logika Hak Asasi Manusia itu untuk melindungi, namun malah melegalkan Kemaksiatan : Lesbian, gay, bisexsual dan transgender (LGBT) mereka beralasan "kita sudah melakukan ini karena di lindungi oleh undang- undang". Padahal. Kemaksiatan yang dilindungi, akan membawa malapetaka bagi pelakunya.

2. Membungkus keserakahan layaknya kebutuhan hidup.
Orang kaya saat ini faktanya banyak yang semakin kaya, menurut mereka kebutuhan mereka belum tercukupi kok. Itu merupakan kedok ghazwul fikri orang yang sudah kaya tapi masih rakus dengan harta dunia.

3. Mencitrakan pornografi/aksi sebagai seni dan wujud ekspresi.
Fenomena pornografi sangatlah marak pada saat ini, mulai dari media, surat kabar, tabloid, majalah, dan lain lain, yang mempertontonkan poster ataupun gambar wanita dengan pakaian setengah telanjang atau bahkan tak berbusana, sebagai bahan beritanya dan semua itu tenggelam dalam pembelaan bahwa hal itu adalah sebuah seni semata.

4. Menjadikan aktivitas yang melalaikan sebagai kebutuhan hiburan.
Point ke-4 ini memang sudah jadi aktivitas harian atau kebiasaan bahwa jika kita ingin bahagia pasti mencari hiburan sampai dengan berlebihan. kedok ghazwul fikri. Ini sudah berada di hati keluarga terdekat kita, atau bisa jadi kita sendiri yang sudah membiasakan diri mencari hiburan "biar ga jenuh" katanya, lagi-lagi kedok ghazwul fikri berhasil.

5. Mengedepankan intelektual hingga seakan tak mau tunduk pada aturan Tuhan.
Banyak orang yang mengagungkan akal mereka. Mereka hanya percaya terhadap yang dapat dilihat. Maka keberadaan Tuhan yang tak bisa dilihat membuat mereka tak mau tunduk terhadap aturannya.

"Mana Tuhan? Saya lagi susah dia nggak bantu saya. Jadi buat apa saya tunterhadap aturannya?"

Ini sudah menyangkut perkara aqidah. Seperti yang termaktub dalam Al-Qur'an dan hadits, kita tidak boleh berandai-andai tentang wujud Allah. Namun perhatikanlah tanda-tanda kebesarannya di sekitar kita. Bantuan Allah bisa datang dari hal yang tak pernah kita duga jika Ia menghendakinya. #GhazwulFikri [hijabalila/berdakwah]





Artikel Terkait

loading...