Sabtu, 24 Februari 2018

Kisah Nabi Adam Menjadi Awal Mula Ghazwul Fikri


Arti dari ghazwul fikri adalah perang pemikiran, dengan kata lain adalah praktik penyesatan terhadap manusia untuk jauh dari perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Awal mula ghazwul fikri ini terjadi, yaitu ketika iblis menyesatkan Nabi Adam untuk memakan buah yang Allah larang untuk memakannya. Dalam kejadian itu Nabi Adam berada dalam surga dengan Siti hawa. Allah persilakan Nabi Adam untuk menikmati semua fasilitas yang ada di Surga. Hanya saja Allah menunjukkan satu pohon dalam surga yang tak boleh dimakan buahnya oleh Nabi Adam.

Namun iblis memiliki teknik "ghazwul fikri" yang begitu halus, hingga ketaatan yang dibangun Nabi Adam seketika runtuh hanya karena bujuk rayunya.

"Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya… (QS. al-A’raf: 20 – 22)

Dalam ayat tersebut diceritakan, bagaimana iblis dengan halus menyerang pemikiran Nabi Adam. Iblis katakan, bahwa Buah itu adalah buah kekekalan. Maka barang siapa yang memakannya, dia akan kekal didalam Surga. Dan iblis mengecoh Nabi Adam bahwa Allah melarangnya untuk memakan buah itu karena tidak menginginkannya kekal di Surga.

Dan untuk meyakinkan itu, iblis pun mengeluarkan sumpahnya dan memposisikan dirinya sebagai penasihat yang tulus. Hingga akhirnya Nabi Adam pun menuruti tipu muslihatnya untuk memakan buah terlarang itu.

Sebesar itulah efek dari ghazwul fikri, memelintir pemikiran manusia agar jauh dari ajaran Allah dan Rasulullah. Karena jika pemikiran itu sudah terbentuk, maka otomatis seluruh perilakunya pun akan dikendalikan oleh pemikirannya rusak tadi.

Lalu sudahkah kita pastikan bahwa jalan pikiran kita sesuai dengan yang Allah dan Rasulullah ajarkan? #GhazwulFikri [hijabalila/berdakwah]





Artikel Terkait