Selasa, 20 Februari 2018

Laskar Nusantara Desak Organisasi Radikal Dibubarkan


Spanduk ukuran besar bertuliskan 'Setia Pada Pancasila dan UUD 1945 serta Bhinneka Tunggal Ika" terpampang di kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu pagi (18/2)

Dekat spanduk itu tampak puluhan orang berkumpul membentuk barisan. Mereka mengatasnamakan Laskar Nusantara Garda Pembela Bangsa.

"NKRI harga mati, tidak bisa ditawar-tawar lagi," ujar salah satu orator aksi.

Salah seorang orator berkerudung dengan lantang mengatakan, "Sekarang manusia jauh dari tuhan karen terlalu sibuk berurusan dengan urusan-urusan agama".

"Agama kini hanya jadi bahan komoditi yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena semua yang berbau agama telah didewa-dewakan, tak kan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak, dan jadi kebutuhan pokok melebihi sandang, pangan dan papan", lanjutnya penuh keyakinan.

Jika kita mengamati kalimat tersebut, sangat jelas bahwa yang berbicara adalah orang anti agama. Orang yang menolak agama. Ia bahkan menganggap berbicara makanan, rumah, dan pakaian lebih penting daripada berbicara agama.

Persis keyakinan komunisme. Padahal komunisme, termasuk Marxisme-Leninisme dilarang keras untuk disebarluaskan berdasarkan TAP MPRS no 25 tahun 1966.

Pemerintah didesak membubarkan organisasi radikal yang mengancam keutuhan NKRI. Mereka juga menyuarakan tolak perilaku intoleran seperti intimidasi, persekusi, juga penyebaran kabar hoax atau bohong yang marak terjadi belakangan ini.

Namun dari chat grup yang bocor diketahui aksi tersebut awalnya merupakan reaksi kaum berudu terhadap kabar pulangnya Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab. Mereka merencanakan aksi berjudul "DUKUNG POLRI TANGKAP & PENJARAKAN RIZIEQ"

Ada info tentang koordinator aksi, susunan panitia, daftar orator dan PROVOKATOR.

Hasil Chat yang Bocor

Diduga, karena chat itu bocor, maka tajuk aksi pun berganti, dan, jumlah peserta pun tak sesuai harapan. Orasi yang tidak bermutu, bahkan menarasikN pemikiran Komunis. [Rmol]




Artikel Terkait