Kamis, 22 Februari 2018

Petinggi Oxfam Mundur di Tengah Skandal Seks Pekerja Kemanusiaan


Organisasi sosial dunia, Oxfam tengah mendapat sorotan dari publik. Ini setelah media Inggris, The Times, merilis laporan yang menuding pekerja kemanusiaan dari organisasi tersebut membayar pekerja seks komersial, termasuk ada yang di bawah umur saat mereka melakukan tugas kemanusiaan di Haiti.

Panasnya pemberitaan tentang Oxfam dalam beberapa hari terakhir membuat Penny Lawrence, wakil chief executive organisasi itu, mengundurkan diri pada Senin (12/2). Dilansir situs resmi Oxfam, Lawrence menjabat sebagai direktur program internasional saat tudingan pelanggaran seksual oleh stafnya pertama kali muncul.

Ia mengaku merasa malu atas adanya laporan tersebut. Lebih lanjut, Lawrence membenarkan bahwa salah satu stafnya, Roland van Hauwermeiren, pernah dilaporkan melakukan pelanggaran seksual ketika menjadi direktur Oxfam untuk Chad. Kemudian, pada 2011, ia dipindahkan ke Haiti.

Secara internal, kata Lawrence, sudah ada pembahasan terkait itu. Namun, ia mengaku kasus itu tak ditangani dengan baik. Hauwermeiren diizinkan untuk mengundurkan diri, sedangkan sejumlah anggota timnya dikabarkan dipecat.

Lawrence tak memungkiri bahwa penyelesaian skandal pelanggaran seksual oleh stafnya itu berdampak buruk kepada rasa percaya publik. "Aku sangat menyesal atas perasaan terluka dan kecewa yang mendalam yang dialami oleh para pendukung Oxfam, sektor pembangunan yang lebuh luas, dan terutama orang-orang rentan yang selama ini mempercayai kami," tulis Lawrence.

Pengunduran diri Lawrence jelas tak membawa keuntungan kepada Oxfam, terlebih lagi ketika organisasi itu sedang berusaha mengamankan dana dari pemerintah. Dikutip dari BBC, sebelumnya Oxfam bertemu dengan Sekretaris Departemen Pembangunan Internasional (DFID), Penny Mordaunt.

Mordaunt sendiri mengancam pihaknya akan memutus aliran dana untuk organisasi-organisasi yang tidak mampu menunjukkan profesionalisme dalam bekerja. Dilaporkan The Guardian, jumlah dana yang terancam tak jadi dianggarkan untuk Oxfam adalah sebesar Rp 395 miliar.

Gempa bumi di Haiti pada 2010 merupakan salah satu yang terdahsyat. Gempa itu menewaskan 220.000 orang, melukai lebih dari 300.000 penduduk, serta ada jutaan yang kehilangan rumah. Hingga saat ini Haiti masih berusaha bangkit dari keterpurukan itu. []


Pranala luar:
1. https://www.ad.nl/buitenland/hulpverlener-denkt-ik-ben-god-ik-mag-alles~ac26f9de/
2. https://news.idntimes.com/world/rosa-folia/petinggi-oxfam-mundur-di-tengah-skandal-seks-pekerja-kemanusiaan-1/full
3. https://news.idntimes.com/world/rosa-folia/oxfam-tersangka-pelanggaran-seksual-ancam-saksi-mata-1/full



Artikel Terkait

loading...