Jumat, 23 Februari 2018

UIN Sunan Kalijaga Lakukan Pendataan Mahasiswinya yang Bercadar


Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan pendataan terhadap mahasiswi yang bercadar saat beraktivitas di dalam kampus. Hal itu disebut untuk menegakkan aturan UIN yang sudah disepakati sejak awal antara pihak kampus dengan calon mahasiswa.

"Konteksnya menegakkan konstitusi UIN yang seluruh mahasiswa sudah tanda tangan saat akan masuk di UIN, tidak ada (alasan) lain-lain," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Waryono, saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon, Kamis (22/2/2018).

Pendataan mahasiswi bercadar itu diakuinya sesuai surat yang ditandatangani oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi, tertanggal 20 Februari 2018. Dalam surat yang ditujukan kepada Direktur Pascasarjana, Dekan Fakultas, dan Kepala Unit/Lembaga tersebut, hasil pendataan harus sudah dilaporkan ke rektor paling lambat 28 Februari 2018.

BACA JUGABenarkah Ajaran Memakai Cadar Tidak Ada Di Zaman Nabi?

"Jadi pertimbangan rektor, UIN punya pedoman tata tertib mahasiswa, setiap mahasiswa yang masuk di UIN sudah tanda tangan kesediaan melaksanakan aturan UIN. Bahasa Pak Rektor, kita menegakkan dan menerapkan konstitusi kampus, tata tertib mahasiswa termasuk cara berpakaian, ada juga kode etik dosen," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, pendataan juga sebagai upaya antisipasi adanya aliran-aliran tertentu yang menyusup ke dalam kampus.

"Maka itu perlu pendataan sekaligus nanti setelah ada pendataan ada pembinaan. Kita ini perlu antisipasi jangan sampai kemudian ada aliran-aliran masuk yang tidak kita harapkan, potensi pintu masuk itu bisa dari berbagai cara," terangnya.

Waryono menambahkan, kebijakan pendataan mahasiswi bercadar itu tidak serta-merta keluar begitu saja. Dia menceritakan salah satu alasan lainnya yakni belum lama ini viral foto kelompok mahasiswi UIN bercadar yang tengah berfoto di masjid kampus, jumlahnya sekitar 30 orang. Tahun lalu, lanjutnya, juga sempat ada mahasiswa di dalam kampus yang membentangkan bendera sebuah organisasi yang kini sudah dilarang oleh pemerintah (paranoid).

"Waktu viral itu Pak Rektor langsung memanggil saya selaku wakil rektor bidang kemahasiswaan. Tatib mahasiswa sudah ada, (pakaian) yang boleh yang tidak boleh ada, ada ilustrasi gambarnya juga. Ini bukan berarti kita memberikan stigma negatif terhadap yang bercadar, tidak," tandasnya.

BACA JUGAIni Hukum Memakai Cadar dalam Pandangan 4 Madzhab 

Waryono juga mengatakan pihak kampus akan menginvestigasi kegiatan-kegiatan mahasiswa yang terselubung.

"Kegiatan yang ngumpet-ngumpet, izin-izinnya tidak transparan. Kita juga berlakukan moratorium izin kegiatan di masjid dari pihak luar, dari mahasiswa kita batasi," jelasnya.

"Kalau pendataan (mahasiswi bercadar), nanti setelah didata mahasiswi itu akan diberi pembinaan oleh kampus," imbuhnya. [Detik]



Artikel Terkait

loading...