Jumat, 09 Maret 2018

Bukti Sabda Rasulullah Benar, Rahasia Tanah Sebagai Pensuci Najis Air Liur Anjing


Seringkali di kehidupan nyata dan di televisi, kita melihat banyak orang sangat suka memelihara anjing, bahkan terdapat beberapa muslim yang suka berinteraksi dengan anjing. Mungkin mereka belum tahu, bahaya dari memelihara anjing.

Terlebih dari masalah itu, ketika seseorang anti anjing terkena air liur anjing, beberapa orang memilih membersihkan anggota badan dan atau perabotan rumah tangga menggunakan sabun dan merasa sudah bersih, namun ternyata berdasarkan hasil penelitian, mencuci bekas air liur anjing dengan sabun masih menyisakan kuman. Lantas, jika menggunakan tanah tanah sebagai pembersih pertama untuk bekas air liur anjing, dapat membersihkan benda yang terkena ajing secara tuntas.

Mari kita kaji bersama penelitian tentang air liur anjing dan penelitian tanah yang dapat menyerap virus-virus yang menempel pada benda ataupun tubuh manusia. Kebenaran islam sedikit demi sedikit mulai terbukti kebenarannya, dengan semakin majunya teknologi semakin banyak ditemukan kebenaran islam dalam alquran dan hadits.

Satu fakta yang mengejutkan bahwa hadist Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam tentang membasuh air liur anjing dengan tanah ternyata memang sangat beralasan dari sisi ilmu kedokteran.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda :

طُهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيْهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ، أُوْلاَهُنَّ بِالتُّرَابِ

Sucinya bejana kamu yang dijilat anjing adalah dengan cara mencucinya sebanyak tujuh kali dan yang pertama dengan tanah.” [Mutafaqqun ‘alaih]

Beberapa penelitian mengungkapkan tentang rahasia yang terkandung dalam tanah dan bahaya air liur anjing yang merupakan najis mugholadoh atau najis berat. Penelitian yang terpisah itu dapat menjadi acuan bagi umat islam, bahwa air liur dapat disucikan dengan tanah.

Eksperimen Presiden Soekarno juga bisa dijadikan acuan mengapa sabun tidak bisa menggantikan peran tanah sebagai pensuci air liur anjing. Saat itu, Presiden Soekarno mengatakan kepada para ulama bahwa, tidak perlu menggunakan tanah untuk mensucikan benda yang terkena anjing, cukup dengan sabun. Namun, para ulama memberikan kesempatan pada presiden untuk melakukan eksperimen bagaimana kebersihan bekas benda yang terkenda air liur anjing yang menggunakan tanah atau sabun.

Fakta tentang Anjing

dr. Roddie G dan tim peneliti menemukan bahwa terdapat 180 sel telur ulat dalam 1 gram bulu anjing, ¼ lainnya membawa jentik-jentik kuman yang tumbuh dan berkembang. 3 diantaranya dapat matang dengan cara menempelkannya pada kulit. Sel-sel telur ulat ini sangat lengket yang panjangnya mencapai 1 mm. Data dari Amerika menunjukkan bahwa terdapat hamper 10.000 orang yang di rawat inap akibat sel-sel telur ulat dari anjing. Biasanya penyakit ini berasal dari anjing melalui air liurnya.

Survei Pemelihara Anjing

Menurut hasil penelitian di University of Munich, 2006 bahwa memelihara anjing meningkatkan resiko kanker payudara. Sebanyak 79% ternyata, penderita kanker payudara banyak berinteraksi dan beraktivitas untuk merawat anjing.
Aliansi dokter kesehatan anak di Jerman sepakat bahwa air liur anjing dari jenis apapun berbahaya untuk kesehatan organ dalam manusia,

Rahasia Tanah Pensuci Najis Air Liur Anjing

Imam Nawawi dalam syarah shahih muslim mengatakan bahwa, mayoritas ulama bersepakat bahwa yang dimaksud dengan cucilah tujuh kali, dan salah satunya dengan tanah dicampur air.

Menurut ilmu kedokteran modern melalui sebuah penelitian yang dipimpin oleh Professor David Livermore yang merupakan professor di medical microbiologi di Norwich Medical School, tanah mengandung 2 unsur yaitu tetracycline dan tetarolite, yang dapat digunakan untuk sterilisasi kuman. Para dokter mengatakan, kekuatan tanah dapat menghentikan reaksi liur anjing dan virus-virus yang ada di dalamnya karena perbedaan daya tekan cairan liur anjing dan tanah. Maa Syaa Allah…

Memang, Islam mengizinkan memelihara anjing. Namun, untuk menjaga hewan ternak dan berburu. Akan tetapi, jika tidak cukup terdesak ada baiknya jika tidak memeliharanya demi menjaga kesehatan dirinya dan lingkungannya. Hanya orang yang dikelabuhi hawa nafsu, yang mencari cara agar memelihara anjing menjadi halal, bahkan untuk sekedar mainan atau teman jalan-jalan.

Sabda Rasulullah:

مَنِ اقْتَنَى كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ كَلْبَ صَيْدٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ

“Siapa yang menjadikan anjing –kecuali anjing penjaga ternak, atau anjing pemburu, atau anjing penjaga tanaman- niscaya berkuranglah satu qirath pahalanya setiap hari” (HR Al-Bukhari dalam Al-Buyu (2237) dan Muslim dalam Al-Musaqat (1567)

Semoga fakta diatas dapat menambah keimanan kita dan mencintai Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam. Aamiin. []



Referensi:
1. researchgate.net
2. ncbi.nlm.nih.gov
3. telegraph.co.uk
4. uea.ac.uk
5. almanhaj.or.id
6. majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XVIII/1436H/2014M
7. YtCrash
8. https://skifkunram.com/rahasia-tanah-sebagai-pensuci-najis-air-liur-anjing
9. https://www.dakwatuna.com/2012/03/24/19564/mengapa-jilatan-anjing-dibersihkan-dengan-tanah-bukan-dengan-air-1

Bagi rekan-rekanku non-muslim, renungkanlah...

BAGAIMANA MUNGKIN Seorang manusia buta huruf yang KAMU TUDUH MENJIPLAK KITAB KAMU padahal hal ini TIDAK ada langsung sedikitpun didalam kitabmu?

Bagaimana dia dapat menghasilkan sebuah kitab yg terkandung ribuan fakta ilmiah tanpa ada cacat dan cela sedikitpun padahal ia hanyalah seorang manusia biasa lagi buta huruf.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata," (Surat Al-Jumu’ah Ayat 2)

Tafsir (Jalalayn)

(Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf) yaitu bangsa Arab; lafal ummiy artinya orang yang tidak dapat menulis dan membaca kitab (seorang rasul di antara mereka) yaitu Nabi Muhammad saw. (yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya) yakni Alquran (menyucikan mereka) membersihkan mereka dari kemusyrikan (dan mengajarkan kepada mereka Kitab) Alquran (dan hikmah) yaitu hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, atau hadis. (Dan sesungguhnya) lafal in di sini adalah bentuk takhfif dari inna, sedangkan isimnya tidak disebutkan selengkapnya; dan sesungguhnya (mereka adalah sebelumnya) sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. (benar-benar dalam kesesatan yang nyata) artinya jelas sesatnya.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Surat Al-A’raf Ayat 157)

Tafsir (Jalalayn)

(Yaitu orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi) yaitu Nabi Muhammad saw. (yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka) lengkap dengan nama dan ciri-cirinya (yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik) dari apa yang sebelumnya diharamkan oleh syariat mereka (dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk) yaitu bangkai dan lain-lainnya (dan membuang dari mereka beban-beban) maksud tanggungan mereka (dan belenggu-belenggu) hal-hal yang berat (yang ada pada mereka) seperti bertobat dengan jalan membunuh diri dan memotong apa yang terkena oleh najis. (Maka orang-orang yang beriman kepadanya) dari kalangan mereka (memuliakannya) yaitu menghormatinya (menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya) yakni Alquran (mereka itulah orang-orang yang beruntung).




Artikel Terkait

loading...