Kamis, 01 Maret 2018

Kecerdasan Burung Gagak Didalam Al - Qur'an dan Ilmu Sains


Selama ini kita mengetahui lumba-lumba, kera, dan anjing sebagai hewan yang memiliki kecerdasan yang bisa dikatakan cukup luar biasa. Ya, hewan-hewan tersebut memang memiliki kecerdasan dan dapat dilatih oleh manusia.

Hewan-hewan cerdas umumnya berasal dari golongan mamalia. Jarang sekali kita temui hewan cerdas dari jenis burung, bahkan "otak burung" sering digunakan orang untuk merendahkan orang lain dengan menyebutnya seperti "otak burung".

Namun sebenarnya diantara hewan-hewan tersebut, penelitian terbaru menyebutkan burung gagak merupakan hewan yang paling cerdas di dunia. Adalah ilmuwan Bernd Heinrich dan Thomas Bugnyar dari Vermont University, Kanada dan St Andrews University, Skotlandia yang melakukan penelitian tersebut.

Majalah American Scientific mempublikasikan hasil penelitian keduanya yang menyebutkan bahwa burung gagak memiliki kemampuan dan mental yang sangat baik, sehingga ia dapat beradaptasi dengan baik di lingkungannya.

Para ilmuwan ini juga mengatakan bahwa burung gagak menggunakan logika untuk memecahkan masalah dan beberapa kemampuan mereka bahkan melampaui dari kera besar.

Dalam percobaan yang mereka lakukan, burung gagak diberikan tugas yang kompleks yang belum mereka temui sebelumnya, bahkan percobaan ini memaksa gagak untuk melakukan sesuatu hal yang mana naluri mereka tidak diprogram untuk ini secara alami.

Hasilnya sungguh mengejutkan, mereka selalu berhasil mencari kreatifitas dan solusi logis untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Yang lebih mengejutkan lagi, mereka melakukannya dengan benar pertama kali, setiap kali, tanpa proses trial and error apapun.

Percobaan lain menunjukkan bahwa beberapa burung gagak bahkan mampu membuat binatang lain bekerja untuk mereka, membuat hewan lain mencarikan makanan untuk mereka atau minimalnya mempermudah mereka.

Lihat video berikut ini:



Kecerdasan gagak dalam kisah masa lalu juga di sebutkan di dalam Alquran

"Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi." [QS. Al-Ma'idah ayat 30]

"Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal." [QS. Al-Ma'idah ayat 31]

Ayat tersebut menceritakan Qabil telah membunuh saudaranya, namun dia bingung dan gelisah karena tidak tahu apa yang harus ia lakukan kepada jenazah saudaranya itu.

Kemudian Allah memerintahkan burung gagak untuk memberikan contoh kepada Qabil tentang bagaimana cara menguburkan jenazah saudaranya itu. Burung burung gagak menggali tanah dengan kaki dan paruhnya, lalu memasukkan gagak lain yang sudah mati dalam pertarungan kedalam lubang yang telah digalinya, dan menutupi kembali dengan tanah.

Melihat contoh dan pengajaran yang diberikan oleh burung gagak itu, termenunglah Qabil sejenak lalu berkata pada dirinya sendiri:"Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?"

Dan dari contoh yang diberikan oleh burung gagak itulah Qabil menguburkan saudaranya itu, dan hingga kini manusia juga melakukan hal yang sama ketika ada orang lain yang meninggal dunia, yaitu menguburkannya. [makintau/berdakwah]

Bagi rekan-rekanku non-muslim, renungkanlah...

BAGAIMANA MUNGKIN Seorang manusia buta huruf yang KAMU TUDUH MENJIPLAK KITAB KAMU padahal hal ini TIDAK ada langsung sedikitpun didalam kitabmu?

Bagaimana dia dapat menghasilkan sebuah kitab yg terkandung ribuan fakta ilmiah tanpa ada cacat dan cela sedikitpun padahal ia hanyalah seorang manusia biasa lagi buta huruf.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata," (Surat Al-Jumu’ah Ayat 2)

Tafsir (Jalalayn)

(Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf) yaitu bangsa Arab; lafal ummiy artinya orang yang tidak dapat menulis dan membaca kitab (seorang rasul di antara mereka) yaitu Nabi Muhammad saw. (yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya) yakni Alquran (menyucikan mereka) membersihkan mereka dari kemusyrikan (dan mengajarkan kepada mereka Kitab) Alquran (dan hikmah) yaitu hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, atau hadis. (Dan sesungguhnya) lafal in di sini adalah bentuk takhfif dari inna, sedangkan isimnya tidak disebutkan selengkapnya; dan sesungguhnya (mereka adalah sebelumnya) sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. (benar-benar dalam kesesatan yang nyata) artinya jelas sesatnya.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Surat Al-A’raf Ayat 157)

Tafsir (Jalalayn)

(Yaitu orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang ummi) yaitu Nabi Muhammad saw. (yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka) lengkap dengan nama dan ciri-cirinya (yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik) dari apa yang sebelumnya diharamkan oleh syariat mereka (dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk) yaitu bangkai dan lain-lainnya (dan membuang dari mereka beban-beban) maksud tanggungan mereka (dan belenggu-belenggu) hal-hal yang berat (yang ada pada mereka) seperti bertobat dengan jalan membunuh diri dan memotong apa yang terkena oleh najis. (Maka orang-orang yang beriman kepadanya) dari kalangan mereka (memuliakannya) yaitu menghormatinya (menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya) yakni Alquran (mereka itulah orang-orang yang beruntung).




Artikel Terkait

loading...