Kamis, 08 Maret 2018

UIN Yogya: Dibina Tetap Bergeming, Mahasiswi Bercadar Diminta Mundur


Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN-Suka) Yogyakarta akan melakukan konseling terhadap puluhan mahasiswi bercadar yang ada di kampus. Bila pasca konseling mahasiswi tersebut terindikasi berpaham radikal, pihak kampus akan mengambil sanksi tegas.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Yudian Wahyudi, menjelaskan tim konseling yang akan dibentuk terdiri dari lima dosen di setiap fakultas. Para dosen tersebut berasal dari berbagai bidang studi dan ditugaskan memberikan arahan kepada mahasiswi bercadar.

"Timnya sekitar 5 (dosen) dari fakultas, nanti anak dikonseling. Kalau sampai 7 kali masih pada pendiriannya, kita minta mereka mengundurkan diri (dari kampus)," kata Yudian kepada wartawan di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (5/3/2018).

Yudian mengatakan, pihaknya mengambil kebijakan mendata mahasiswi bercadar di kampus karena belakangan ini marak berkembang ideologi radikal yang tidak sesuai dengan esensi Islam dan budaya keislaman di Indonesia.

Selain untuk meluruskan paham atau ideologi radikal yang diduga berkembang di kalangan mahasiswi bercadar, kebijakan pendataan ini diambil kampus untuk mempermudah administrasi kampus. Termasuk administrasi saat kampus menyelenggarakan ujian.

Baca jugaBenarkan Ajaran Memakai Cadar Tidak Ada Dizaman Nabi?

"Siapa yang bisa menjamin waktu ujian itu benar dia orangnya, bisa saja kan bisa orang lain. Saat pertama kali masuk kampus dulu setiap mahasiswa juga sudah menyatakan sanggup mematuhi aturan yang ada di kampus," jabarnya.

Jumlah mahasiswi bercadar di UIN Sunan Kalijaga, kata Yudian, memang cukup banyak. Berdasarkan pendataan terbaru yang dilakukan pihak kampus, tercatat ada sekitar 42 mahasiswi bercadar di 8 fakultas di kampus tersebut.

Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ada 6 orang, Fakultas Syari'ah dan Hukum 8 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora 6 orang, Fakultas Ushuluddin 5 orang, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya 3 orang, Fakultas Tarbiyah 8 orang, Fakultas Dakwah empat dan Fakultas Sains dan Teknologi 2 orang.

Baca juga: Ketika Kaum Muslim 'Terpelajar' Menolak Cadar
Baca juga: Ini Hukum Memakai Cadar dalam Pandangan 4 Madzhab

Salah satu mahasiswi bercadar di UIN Sunan Kalijaga, Umi Kalsum, mengaku tidak keberatan dengan pendataan yang dilakukan pihak kampus. Namun, dia keberatan bila sampai pihak kampus melarangnya bercadar apalagi mengancam mereka yang bercadar dikeluarkan dari kampus.

"Kalau ada mahasiswi bercadar yang dikeluarkan dari kampus ya saya keberatan. Karena kita punya hak memakai cadar," tegas mahasiswi Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. [detik]



Artikel Terkait