Senin, 02 April 2018

Ketika Paduan Suara IAIN Salatiga Bernyanyi di Perayaan Paskah


Kelompok paduan suara mahasiswa IAIN Salatiga membawakan lagu Day by Day dalam perayaan paskah di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sidomukti, Salatiga. Tampilnya mahasiswa ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa.

Apresiasi tersebut salah satunya disampaikan oleh salah satu jemaat, Wisnu T Hanggoro. Ia pun kemudian mengupload di akun Facebooknya sekitar pukul 10.00 WIB.

"Secara pribadi, saya menilai sangat positif kegiatan tersebut. Persembahan pujian itu merupakan contoh toleransi dan persahabatan antarumat yang patut diteladani masyarakat," kata Wisnu dalam pesan singkat, Minggu (1/4/2018).

Warga jemaat, katanya, sangat mengapresiasi, selain kualitas lagu yang bagus dan penampilan juga prima. Menurutnya, penampilan dari mahasiswa ini perlu dicarikan sponsor agar nanti bisa tampil di luar.

Baca jugaIni Efek Mengerikan Dari Kesesatan Pemikiran Liberal
Baca jugaIni Penjelasan dan Keterkaitan Paham Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme

"Penampilan ini menunjukkan sikap toleransi, apalagi Kota Salatiga dikenal sebagai kota toleransi kedua di Indonesia setelah Manado," kata Wisnu yang juga aktivis gereja, itu.

Mantan Program Manager Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) yang berkantor di Bangkok Thailand menambahkan, jika paduan suara yang dibawakan mahasiswa berjudul Day by Day yang diposting tersebut mendapatkan banyak respon.

"Sorenya saya delete setelah mendengar dari teman kalau pihak gereja meminta untuk tidak mempublish kegiatan internal gereja tersebut.

Saya berusaha konfirmasi ke pendetanya, tapi belum bisa dihubungi. Jadi, meskipun saya sangat mengapresiasi paduan suara tersebut, terpaksa saya me-delete dari FB saya," ujarnya.  [Detik]




􀂤 Mahasiswa IAIN Salatiga Mengisi Paduan Suara di Perayaan Paskah Gereja Salatiga
􀂤 Inilah Efek Mengerikan Dari Kesesatan Pemikiran Liberal

Para ulama sepakati bahwa masuk ke dalam rumah ibadah agama lain pada saat orang-orang kafir itu sedang menjalankan ritual agama hukumnya haram.

Sedangkan bila di dalam rumah ibadah itu sedang tidak ada ritual agama, maka para ulama berbeda pendapat. Sebagian memakruhkan, sebagian membolehkan dan sebagian lagi mengharamkan secara mutlak.

Ketika sedang ada peribadatan, maka para ulama sepakat mengharamkan seorang muslim masuk ke dalam rumah ibadah agama lain.

Alasan pengharamannya jelas sekali, yaitu kita dilarang ikut dalam peribadatan agama lain. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menegaskan hal ini dalam Al-Quran Al-Karim.

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ لاَ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ وَلاَ أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ وَلاَ أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ وَلاَ أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. (QS. Al-Kafirun : 1-6)

Dipetik dari rumahfiqih.com

Baca jugaIni Efek Mengerikan Dari Kesesatan Pemikiran Liberal
Baca jugaIni Penjelasan dan Keterkaitan Paham Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme




Artikel Terkait

loading...