Rabu, 09 Mei 2018

Siapa Yang Menciptakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala?


Pertanyaan orang-orang kafir yang diarahkan kepada anda adalah batil secara mendasar dan bertentangan dengan sendirinya! Karena seandainya kita terima bahwa adalah pencipta yang menciptakan Allah, maka sang penanya akan bertanya lagi, siapa yang menciptakan pencipta sang pencipta??!  Kemudian pertanyaan, siapakah yang menciptakan pencipta penciptanya sang pencipta? Demikianlah seterusnya pertanyaan tersebut berantai tak berujung. Ini tentu mustahil secara akal.

Adapun jika seluruh makhluk berhenti kepada sang Khaliq yang menciptakan segala sesuatu dan tidak ada yang menciptakanNya, tapi dialah Sang Pencipta selainNya, inilah yang sesuai dengan akal dan logika, Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Adapun dari sisi syariat dan agama kami, Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada kami tentang pertanyaan seperti ini, darimana sumbernya, bagaimana mengatasinya dan menjawabnya.

Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

لا يزال الناس يتساءلون حتى يقال هذا خلق اللهُ الخلقَ ، فمن خلق الله ؟ فمن وجد من ذلك شيئا فليقل آمنت بالله

“Orang-orang akan ada saja yang bertanya-tanya, hingga akhirnya akan ditanyakan, Allah yang menciptakan makhluk, lalu siapa yang menciptakan Allah? Siapa yang mendapati hal tersebut, maka ucapkanlah, aku beriman kepada Allah.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu alaihiw a sallam juga bersabda,

يأتي الشيطانُ أحدَكم فيقول من خلق كذا وكذا ؟ حتى يقول له من خلق ربَّك ؟ فإذا بلغ ذلك فليستعذ بالله ولينته

“Setan akan datang kepada salah seorang dari kalian lalu bertanya, ‘Siapa yang menciptakan ini dan itu? Hingga akhirnya dia akan bertanya siapa yang menciptakan tuhanmu? Jika hal itu terjadi, hendaknya dia berlindung kepada Allah dan sudahilah (jangan turuti menjawab pertanyaannya).” (HR. Muslim)

Dalam hadits ini terdapat penjelasan bahwa sumber dari pertanyaan seperti itu adalah setan, serta dijelaskan pula terapi dan jawabannya, yaitu;

1- Menyudahinya, tidak terbawa bisikan-bisikan setan.
2- Mengatakan ‘Amantu billah wa rusulih’ (Aku beriman kepada Allah dan rasul-rasulnya)
3- Berlindung kepada Allah dari godaan setan.

Juga terdapat riwayat agar meludah ke kiri sebanyak tiga kali dan membaca surat Al-Ikhlas. (Lihat kitab ‘Syakawa wa Hulul’ di kolom ‘Al-Kutub’ (kitab-kitab) dalam situs ini)

Adapun tentang siapa yang mendahului keberadaan Allah, maka kami mendapatkan berita dari nabi kami, di antaranya;

a. Beliau bersabda;

اللهم أنت الأول فليس قبلك شيء ، وأنت الآخر فليس بعدك شيء (رواه مسلم، رقم 2713)

“Ya Allah, Engkaulah yang awal tidak ada sesautupun sebelumMu, Engkaulah yang akhir, tidak sesudahMu sesuatupun.” (HR. Muslim)

b. Sabdanya,

كان الله ولم يكن شيء غيره " ، وفي رواية " ولم يكن شيء قبله ( رواهما البخاري ، الأولى، رقم 3020 ، والثانية، رقم 6982)

“Allah telah ada dan tidak ada sesuatupun selainNya.” Dalam suatu riwayat, “Tidak ada sesuatupun sebelumnya.” (Keduanya diriwayatkan oleh Bukhari, yang pertama, no. 3020, dan yang kedua, no. 6982)

Tambahan lagi ayat-ayat yang terdapat dalam Al-Quran, maka seorang mukmin beriman tanpa ragu, sedangkan orang kafir menentangnya, adapun orang munafik ragu-ragu. Kita mohon kepada Allah semoga dikaruniai iman yang jujur dan keyakinan yang tidak ada keraguan padanya. []

Oleh Syekh Muhammad bin Saleh Al-Munajjid
Dipublikasikan oleh https://islamqa.info/id/6660

Pertanyaan ini muncul akibat kegagalan dalam memahami definisi Pencipta. Menanyakan hal ini sama absurdnya dengan menanyakan, “Kapan suamimu melahirkan anak pertamanya?”. Terdengar aneh? Ya, karena bagaimana mungkin seorang lelaki hamil. Pertanyaan ini tidak logis. Pertanyaan seperti inilah yang diistilahkan oleh Ibnu Taimiyah -rahmatullah alaihi- dengan “As Sual Al Mumtani’ Bidzatihi”, pertanyaan yang premisnya salah.

Ada banyak contoh lain dari pertanyaan semodel ini, seperti “Bagaimana caranya naik ke bawah?”, “Berapa diameter kubus itu?”, “Mana kaki manusia yang lebih panjang: kaki depan atau kaki belakang?”, dan sederet pertanyaan lainnya yang tidak akan pernah mendapatkan jawabannya hingga seekor unta masuk ke dalam lubang jarum.

Untuk diketahui bahwa dalam Islam salah satu atribut esensial Allah adalah azali/tanpa permulaan, yang konseksuensi logisnya: tidak diciptakan. Definisi ini lahir bukan dari pemikiran atau gagasan filosofis manusia manapun, bukan pula konsep karangan seorang nabi yang bahkan tidak bisa membaca dan menulis. Konsep ini diambil dari Al Quran, dimana Allah menetapkan “Al Awwal” (yang maha pertama) sebagai salah satu nama dari nama-nama-Nya yang baik.[Surah Al-Hadid [57:3]] Kita tahu bahwa jika Allah yang maha pertama, maka Dia tidak didahulu oleh apapun, termasuk tidak didahului oleh ketiadaan.

Nabi sendiri telah memberikan bimbingan tentang apa yang mesti diperbuat ketika sewaktu-waktu besitan pertanyaan ini datang di benak.

Setan akan datang kepada kalian seraya bertanya, “Siapakah yang menciptakan ini?”, “Siapakah yang menciptakan itu?” Terus-menerus demikian sampai ia bertanya, “Siapakah yang menciptakan Tuhanmu?”.

Jika sampai pertanyaan itu, maka mintalah perlindungan kepada Allah”. (HR. Bukhari no. 3276)

Dalam riwayat lain disebutkan, “Maka katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah’”. Ini sebuah solusi yang praktis karena pertanyaan seperti itu adalah pertanyaan yang sia-sia. Dan memang, setan yang datang tidak selalu setan dari kalangan jin, tapi juga setan dari kalangan manusia. [Muhammad R. Kahfi, mantan Santri di Mahad Ilmi Surakarta (2012-2015)]

“Kalau waktu adalah bagian dari time-space continuum, yang baru mengembang dan titik nolnya dimulai dari Big Bang, dengan kata lain kronologi dan kausalitas baru bisa secara efektif didefinisikan pada titik itu… Lalu bukankah berarti kalau Tuhan ada dan menginisiasi Big Bang, maka artinya Tuhan berada diluar kronologi dan kausalitas?

Maka pertanyaan “siapa yang menciptakan Tuhan” langsung invalid karena pertanyaan ini membutuhkan kronologi dan kausalitas. Bagaimana kamu menyikapi hal ini?”

Tambahan :
Kalaupun menganut prinsip dimana materi tiba tiba ada dari efek quantum flux, kemudian menjadi (non superhot & superdense) Big Bang dan proses baryogenesis dst… sepertinya banyak yang lupa satu hal. Penyebab paling umum dan paling sederhana dari quantum flux adalah “observasi” dan “intervensi”. Artinya ada indikasi kuat bahwa ada entitas yang mengobservasi alam semesta sebelum Big Bang terjadi. Tidak terlalu susah untuk membayangkan apa artinya ini bukan?

Like it or not, the fact is science itself said that the possibility of an entity causing Big Bang, based on limited scientific observation alone, IS NOT ZERO. [Adam Hutomo, Drafter, IT Technician, mantan Programmer]




Artikel Terkait