Rabu, 02 Mei 2018

[VIDEO] Mencengangkan, KNAP Beberkan Angka Pemurtadan di Indonesia


Berdasarkan kutipan Lukman al-Hakim dari buku Sejarah Gereja Katolik di Indonesia, permulaan perkembangan agama Kristen di Indonesia sebagaimana ditunjukkan oleh Y Bakker terjadi pada pertengahan abad ke-7 dengan didirikannya episkopat Syria di Sumatra. Tetapi hasil krsitenisasi mulai tampak sejak dilakukannya secara gencar oleh orang-orang Portugis, terutama di Maluku pada abad ke-16.

Setelah itu, Organisasi dagang Belanda (VOC) yang didirikan pada tanggal 1602 memang tidak memiliki nuansa politik yang berusaha menciderai Islam. Namun ketika diminta untuk menyebarkan nilai-nilai Kristen di tanah jajahan, maka tidak ada cara lain kecuali mengikuti cara yang telah diperaktekkan oleh Portugis sebelumnya berupa pemaksaan.

Sebagai perwujudannya, sebagaimana dituturkan oleh Aqib Suminto dalam Politik Islam Hindia Belanda, pada tahun 1661 VOC melarang umat Islam melaksanakan ibadah haji. Kebijakan ini merupakan realisasi anjuran Bogart, seorang Katolik ekstrim di parlemen Belanda. Dalam asumsi Bogart, para jemaah haji tersebut sangat berbahaya secara politis. Karena itu, melarang perjalanan ibadah haji jauh lebih baik ketimbang menembak mati para haji itu.

C. Guillot dalam Kiai Sadrach: Riwayat Kristenisasi di Jawa menuturkan bahwa pada awalnya pusat penyebaran Kristen adalah Maluku. Banyak orang Maluku yang menjadi tentara yang kemudian dikirim ke kawasan-kawasan utama militer Belanda di Jawa, seperti Batavia, Semarang, dan Surabaya. Mereka itulah yang pertama kali membentuk jemaah Kristen pribumi, seperti yang dilansir dari Berdakwah.

Baca jugaSejarah Pemurtadan (Kristenisasi) Di Indonesia

Berapakah angka pemurtadan yang menyasar Umat Islam setiap tahunnya? Itu menjadi pertanyaan besar kalangan aktivis Islam selama ini.

Untuk menjawab hal tersebut, Komnas Anti Pemurtadan (KNAP), yang didukung oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) dan lembaga sosial Infaq Dakwah Center (IDC), menggelar seminar data pemurtadan dengan tema, “Betulkan 2 Juta Muslim Murtad Setiap Tahunnya?” di Aula DDII, Kramat Raya No 45, Jakarta Pusat pada Selasa (21/11/2017).

Wakil Sekjen Komnas Anti Pemurtadan, Ustadz Dr Muhammad Nanang Prayudyanto memaparkan data angka-angka yang dianalisa sebagai perkiraan jumlah umat Islam yang murtad setiap tahun di berbagai wilayah di Indonesia.

Ustadz Nanang, dalam presentasinya mengolah dan menganalisa data sensus penduduk dan kementerian agama. Bagaimana hasilnya? Simak penjelasan Ustadz Muhammad Nanang Prayudyanto dalam video berikut ini. [Panjimas/Berdakwah]

Presentasi data pemurtadan bisa diunduh di sini: Download, atau baca secara online di bawah.





Artikel Terkait