Jumat, 01 Juni 2018

Massa PDIP Geruduk Kantor Radar Bogor, Satu Staf Dipukul


Sekitar seratus orang massa PDIP mendatangi kantor media Radar Bogor di Jalan KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh, Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (30/5/2018) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka marah dan memukul salah seorang staf kantor yang bertugas.

Massa menggeruduk kantor Media Radar Bogor karena pemberitaan yang diterbitkan media tersebut pada pagi harinya dengan judul "Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta".

"Mereka datang dengan marah-marah, membentak, mengejar staf kami yang ada di depan, dan merusak dengan sengaja properti kami," kata Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja seperti dikutip CNNIndonesia.

Selain membentak dan memaki, massa juga sempat melakukan dorong-dorongan terhadap Tegar dan beberapa karyawan. Bahkan salah seorang staf Radar Bogor dipukul namun berhasil ditangkis.

"Secara fisik, satu orang staf kami ada yang dipukul tapi ditangkis. Itu terjadi di belakang Aula Radar Bogor di lantai satu. Saya juga didorong-dorong," lanjutnya.

Untungnya, keributan itu bisa diredam dengan mediasi yang juga dihadiri oleh aparat kepolisian dari Polresta Bogor. Delapan orang perwakilan PDIP bermusyawarah dengan Radar Bogor di ruang rapat redaksi.

Headline Koran Radar Bogor

Mediasi berjalan alot. Pihak PDIP sempat menggebrak meja dan memaki-maki. Mereka keberatan dengan penggunaan kata gaji dalam berita tersebut.

Tegar mengakui ada ketidaktepatan penggunaan kata gaji dalam berita tersebut. Namun menurutnya hal itu bukan berarti sebuah kesalahan. Setelah berdiskusi, jumlah Rp112 juta itu merupakan penghasilan Megawati, termasuk di dalamnya adalah gaji.

Radar Bogor akan mengoreksi istilah gaji tersebut. Pihaknya juga akan menaikkan berita yang diminta kader PDIP bahwa Megawati belum dan tidak mau mengambil penghasilan itu. [Ibnu K/Tarbiyah]




Artikel Terkait