Jumat, 06 Juli 2018

Ibaratkan Islam Nusantara dengan KFC, Ini Jawaban Telak Pendiri ITJ untuk JIL


Dosen Monash Law School Australia yang juga pegiat Islam Nusantara, Nadirsyah Hosen, mengibaratkan Islam seperti KFC yang jualan ayam goreng. Namun di Indonesia ia juga jualan nasi sedangkan di Australia jualan kentang.

“Islam itu aqidahnya sama sedunia. Tapi aplikasi & ekspresi keislaman itu ada muatan lokalnya. Contoh: KFC itu jualan ayam goreng. Tapi di Indonesia mrk jg jualan nasi. Di Ausie cuma pakai kentang. Namanya tetap KFC. Kalau udah paham ini, gak sulit mau paham ttg Islam NUsantara 😊” kata Nadirsyah Hosen melalui akun Twitter pribadinya, @na_dirs, Rabu (4/6/2018).
Pendiri Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Akmal Sjafril menanggapi kicauan tersebut. Menurutnya, kicauan itu adalah “receh of the year.”

Salah satu alasannya, KFC Indonesia tidak pernah menjelek-jelekkan KFC Australia. Namun, Islam Nusantara justru menjelekkan Arab.

“Tuh, Islam Nusantara hadir dengan menjelek-jelekkan Arab. Apa iya KFC Indonesia pernah menjelek-jelekkan KFC Australia? Cuma profesor JIL yang gak paham,” kata Akmal.
Baca jugaTopeng Tebal Islam Nusantara
Baca jugaJualan Baru, Waspadai Istilah Islam Moderat
Baca jugaDahulu Para Wali Songo Itu Meng-Islam-kan Nusantara, Bukan Me-Nusantara-kan Islam

Banyak netizen yang mendukung Akmal.

“Rendah sekali analoginya Pak @na_dirs bandingkan KFC dg Ajaran Islam. Ajaran Islam itu lingkupi semua hajat hidup makhluk Allah, paten berlaku di hamparan bumi. Shalat kudu pakai bacaan Arab, bkn Bhs Jawa. Haji di Makkah. Islam haramkan judi, LGBT, mabuk, dll, tdk dicampuraduk,” kata @ZakyHiromasa. []



Artikel Terkait

loading...