Senin, 16 Juli 2018

Jembatan di Garut ini Bisa Rubuh Kapan Saja, Yuk Bantu Pembangunannya


Perkenalkan Nama saya Dindin Dinul Yakin sering dipanggil "Dindin". Saya asli warga Desa Sinarjaya tepatnya kampung sukapura. Saya lulusan SMK 4 Garut.

Dalam kesempatan ini saya mewakili masyarakat Desa Sinarjaya Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut bermaksud ingin mewujudkan pembangunan jembatan permanen di desa kami.

Apabila dana sudah terkumpul, nanti akan digunakan untuk biaya membangun jembatan ini dengan lebih baik dan lebih kokoh agar anak-anak sekolah bisa menikmati belajar full di sekolah terutama di musim hujan. Masyarakat di desa kami selalu kompak dan antusias dalam soal pembangunan sarana prasarana seperti jembatan yang sangat dibutuhkan ini. Hanya saja masyarakat di desa kami sangat kesulitan untuk mencari dana.

Berikut adalah alasan-alasan kami dan masyarakat ingin membangun jembatan permanen ini:

1. Jembatan bambu ini merupakan jembatan penghubung beberapa kampung di Desa Sinarjaya yang dipisahkan oleh sebuah sungai yang disebut "Sungai Cianda". Selain itu, jembatan ini juga merupakan salah satu dari 3 jembatan bambu yang menghubungkan antara Desa Sinarjaya dengan Desa Tegallega.

2. Jembatan ini terbuat dari bambu yang disusun. Dengan demikian, jembatan ini tidak mampu bertahan lebih lama. Apalagi jika musim hujan datang jembatan ini sering sekali tergusur arus sungai.

3. Posisi jembatan bambu ini agak curam sehingga sedikit agak miring. Sebelah selatan agak tinggi dan sebelah timur posisinya sedikit rendah. Posisi ini sangat membahayakan masyarakat yang membawa motor, apalagi jika di musim hujan sangat licin. Tak sedikit pengendara motor yang jatuh di jembatan ini.

4. Jembatan ini panjangnya sekitar 200 meter. Terlebih dari itu, di tengah-tengah jembatan ini tidak ada penyangga yang kokoh, melainkan hanya dibantu 2 batang bambu. Dan kita bisa bayangkan jika arus sungai sangat kencang secara otomatis penyangga jembatan tersebut langsung tergusur. Jadi jembatan bambu ini hanya bisa bertahan beberapa bulan saja.

5. Jembatan bambu ini adalah satu-satunya jembatan yang digunakan anak-anak pergi sekolah. Anak-anak dari beberapa kampung di sebelah timur sungai Cianda harus melewati jembatan yang kerap roboh ini untuk sampai di sekolahnya yang berada di sebelah selatan Sungai Cianda ini. Jika musim hujan tiba, jembatan ini kerap sekali roboh dan membuat mereka tidak bisa berangkat ke sekolah.

6. Jembatan bambu ini juga merupakan jembatan utama masyarakat Desa Sinarjaya. Jembatan ini sering dilewati kendaraan bermotor oleh masyarakat. Dan tidak ada jalan lain lagi untuk menyeberang.

7. Masyarakat Desa Siarjaya pada umumnya adalah para petani yang penghasilannya tidak seberapa. Sehingga mereka sangat kesulitan untuk membangun sarana-prasarana seperti jembatan yang sangat penting ini menjadi lebih baik.

8. Terkadang masyarakat banyak yang mengeluh dengan kondisi jembatan yang seperti ini. Selain daripada itu, jalan-jalan di desa kami masih belum bagus. Banyak jalan yang sering dipakai masyarakat tetapi sedikit tak layak untuk ditempuh dengan kendaraan.

9. Kami sangat berharap jembatan ini bisa dibangun permanen agar anak-anak sekolah bisa menikmati belajar penuh di kelasnya. Dan masyarakatpun bisa lancar dalam mencari rezeki sehari-harinya.

Trakhir, saya mewakili masyarakat Desa Sinarjaya mendo'akan kepada para donatur nati semoga menjadi amal ibadah yang diterima di sisi Allah SWT. Dan semoga amal ibadah seperti ini menjadikan sebuah jembatan untuk kita mencapai Syurganya Allah SWT nati di akhirat.

Aamiinn, ya Allah ya robbal alamin.........."


Dokumentasi selengkapnya Kitabisa.com



Artikel Terkait

loading...