Sabtu, 25 Agustus 2018

Pemuja Setan Satanic Temple Tuntut Patung Baphomet Berdiri di AS


Kelompok pemuja setan, The Satanic Temple membawa patung perunggu Baphomet setinggi 8,5 kaki ke Little Rock di Arkansas, AS dalam aksi unjuk rasa pertama kalinya, Kamis, 16 Agustus 2018.

Kelompok The Satanic Temple mendukung Amandemen Pertama dan keberagamaan agama di AS. Untuk itu mereka menuntut perlakuan yang sama sebagai respons atas berdirinya monumen 10 Perintah Tuhan di kota itu.

Monumen 10 Perintah Tuhan disetujui berdiri di Arkansas setelah rancangan undang-undang pendiriannya yang disponsori senator partai Republik, Jason Rapert disetujui, mengutip The Independent.co.uk, 17 Agustus 2018.

The Satanic Temple bertemu Dewan Kota Arkansas untuk meminta patung Baphomet dibolehkan berdiri di Little Rock. Namun tuntutan mereka tidak dikabulkan.

Mengutip laporan The Washington Post, kelompok Satanic Temple ini beranggotakan orang-orang ateis, kaum humanis, dan aktivis kemerdekaan berbicara. Mereka menuntut pemerintah agar tidak mencederai prinsip pemisahan agama dari negara.

Para anggota parlemen Arkansas tidak menjawab surat Satanic Temple yang isinya mendesak mereka agar patung Baphomet dapat berdiri permanen di Little Rok, mengutip KATV News.

Pemerintah Arkansas justru memutuskan patung berkepala kambing dan diapit dua anak, laki-laki dan perempuan, hanya boleh dipajang sementara.

Satanic Temple memprotes keputusan itu.

"Jika anda hanya akan mendirikan satu monumen agama maka kemudian seharusnya dibuka untuk yang lain, dan jika anda tidak setuju dengan itu maka mari kita tidak memiliki apapun," kata Ivy Forrester, pendiri Satanic Arkansas.

Senator Rapert mengatakan, dirinya menghormati protes Satanic Temple atas mengenai hak-hak menjalankan ibadah agamanya berdasarkan Amandemen Pertama. Namun kelompok ini dianggap sebagai ekstrimis.

Namun nasib monumen 10 Perintah Tuhan juga mirip dengan patung Baphomet, seperti dilaporkan CBS News bahwa kurang dari 24 jam setelah monumen 10 Perintah didirikan di kota Arkansas, seorang pengemudi mobil menghancurkannya hingga berantakan. Pria ini juga menghancurkan monumen 10 Perintah di luar kota Oklahoma.

Di Oklahoma, Satanic Temple mengkahiri kampanyenya mendirikan patung Baphomet di Oklahoma setelah pengadilan Mahkamah memutuskan monumen 10 Perintah tidak konstitusional dan harus dirubuhkan.

Setelah mendapat penolakan patung Baphomet didirikan di Arkansas, Satanic Temple ingin mengajukan gugatan diskriminasi agama oleh pemerintah Arkansas . Satanic Temple ingin bergabung dengan Civil Liberties Union untuk mengajukan gugatan tersbeut. Hakim akan memutuskan apakah Satanic Temple bolah ikut bergabung atau tidak. [Tempo]


Di Amerika, kata ‘gereja’ tidak diartikan sebagaimana pengertian dalam Kekristenan. Istilah ‘gereja’ bebas dipakai oleh komunitas-komunitas yang bukan Kristen sekalipun. Maka, istilah ‘Gereja Setan’ juga dipakai oleh kelompok penyembah setan.
Wajar saja paham liberalisme di Amerika memang sudah mendarah daging di kalangan masyarakatnya. Kebebasan individu, termasuk beragama, tidak dibatasi. Setiap orang bebas memeluk atau tidak memeluk agama, mereka bebas menyembah siapa pun termasuk menyembah setan. “Menggunakan nama gereja dan mendaftarkan komunitasnya ke pemerintah setempat, adalah suatu hal yang lumrah,” With @msazizza.aja



Artikel Terkait