Senin, 24 September 2018

Perayaan Asyuro Syiah di Solo Dibubarkan Warga


Kegiatan perayaan Asyura Syiah pada Kamis (20/09/2018) di rumah mendiang Syegaf Bin Husain Al Jufri di Mertodranan, Pasar Kliwon, Semanggi dibatalkan setelah mendapat penolakan dari sejumlah elemen umat Islam warga Solo.

Sebelumnya, beberapa pengurus dari Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) mendapat laporan dari warga terkait akan adanya ritual aliran Syiah tersebut.

Warga merasa resah karena dalam kegiatan yang mendatangkan peserta dengan pakaian serba hitam, dan dicurigai para peserta akan meratapi kematian cucu Rasulullah Husain dengan cara menyiksa diri hingga berdarah dan juga mencaci-maki dan melaknat para sahabat dan istri-istri Rasulullah.

ZN salah satu warga sekitar mengatakan kalau acara tersebut sudah berlangsung sejak lama. Ia juga mengaku resah dengan keberadaan kegiatan tersebut.

“Dari dulu emang udah tau kalau ada kegiatan itu, kakak saya dulu juga pernah direkrut makanya saya juga nggak suka, wong saya juga belajar dari situ Syiah itu apa, sejarahnya apa gitu, saya mendukung penuh penolakan ini,” katanya seperti dikutip dari Jurnalislam.com.

“Tau sendiri kan kalau Syiah itu sesat dan bukan bagian dari Islam, bahkan mereka mengatakan kalau para sahabat Rasulullah berada di neraka,” sambungnya.

Sejak pukul 15.30 wib, massa yang berjumlah lebih dari 50 orang itu sudah berkumpul di depan gang masuk yang berjarak sekitar 10 meter dari rumah Syegaf Bin Husain. Beberapa warga dan perwakilan elemen umat Islam melakukan mediasi terkait penolakan dengan panitia kegiatan dan didampingi dari pihak aparat kepolisian setempat.

Situasi sempat memanas ketika panitia kegiatan berusaha mengulur-ulur waktu untuk tetap melanjutkan kegiatan perayaan Asyura Syiah itu. Hampir lebih dari satu jam, panitia kegiatan belum mau mengeluarkan peserta yang berada di dalam rumah. Hal ini sempat membuat massa yang berada di ujung gang meneriaki panitia meminta untuk segera membubarkan diri.

Tak berselang lama puluhan anggota Polresta Surakarta datang untuk ikut melakukan mediasi dengan panitia kegiatan dan massa yang menolak.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo akhirnya meminta pihak panitia untuk segera mengeluarkan para peserta agar dapat segera dapat dievakuasi. Puluhan peserta pun akhirnya dapat keluar dengan aman dari lokasi tersebut setelah dikawal oleh anggota kepolisian dan elemen umat Islam Surakarta.

Sekitar pukul 17.00 WIB semua peserta kegiatan Asyura Syiah telah meninggalkan tempat berlangsungnya kegiatan. Salah satu tokoh umat Islam Pasar Kliwon ustadz Faiz Baraja melakukan orasi di atas mobil dan menjelaskan kepada masyarakat sekitar terkait adanya kegiatan dari penganut Syiah itu.

“Ini adalah upaya kita untuk menjaga keyakinan Ahlussunnah wal Jamaah Islam yang murni di masyarakat, mungkin sebagian masyarakat belum tau apa yang di dalam, acaranya adalah perayaan hari raya Syiah, keyakinan yang menyimpang yang dirayakan setiap tanggal 10 Muharam, dan kita harus menjaga akidah kita dan anak keturunan kita untuk tidak menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” ungkapnya.

Sekitar pukul 17.10 WIB massa akhirnya membubarkan diri satu persatu dan meninggalkan lokasi kegiatan tersebut secara damai dan tertib.

MUI Jawa Timur telah mengeluarkan fatwa sesat yang tertuang dalam keputusan No. Kep-01/SKF-MUI/JTM/I/2012 terkait ajaran Syiah. Para ulama MUI Jawa Timur menilai semua negara yang dimasuki Syiah pasti tercipta konflik akibat banyaknya pemberontakan karena paham yang bertentangan dengan Islam. []


Sumber: Jurnalislam.com
Redaktur: Ibas Fuadi
Dipublikasikan oleh Kiblat



Artikel Terkait

loading...