Jumat, 21 Desember 2018

Sebab Kalah Dan Lemahnya Kaum Muslimin


Jumlah kita kaum muslimin yang sangat besar dan terbagi dalam banyak negara yang memiliki banyak tentara dan persenjataan modern, ternyata belum sanggup menyelamatkan saudara-saudara kita yang tertindas di Palestina, Rohingya, Suriah dan lain-lain.

Bahkan tidak sedikit kaum muslimin yang tidak peduli dengan saudara-saudara mereka, padahal umat Islam seharusnya bersaudara seperti satu tubuh atau sebuah bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya.

MENGAPA KITA LEMAH DAN KALAH?

Jawabannya bukan karena musuh yang lebih kuat dan hebat, tapi karena Allah 'azza wa jalla belum menolong kita disebabkan dosa-dosa kita, yaitu kita belum benar-benar mempelajari agama Allah ta'ala dan mengamalkannya dalam hidup kita, serta pelanggaran-pelanggaran syari'at yang kita lakukan, apakah syirik, bid'ah atau maksiat kepada Allah jalla wa 'ala.

BAGAIMANA AGAR KEMBALI KUAT DAN MENANG?

Tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada agama Allah 'azza wa jalla, memperbaiki iman kita kepada-Nya dan bertaubat kepada-Nya, dan dimulai dengan menuntut ilmu agama yang mulia ini, mengamalkannya dan mendakwahkannya.

Karena kemenangan umat Islam semata-mata pertolongan Allah 'azza wa jalla, apabila kita berpaling dari-Nya bagaimana mungkin kita mendapatkan pertolongan-Nya...!?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وحيث ظهر الكفار فإنما ذاك لذنوب المسلمين التي أوجبت نقص إيمانهم، ثم إذا تابوا بتكميل إيمانهم نصرهم الله كما قال تعالى ولا تهنوا ولا تحزنوا وأنتم الأعلون إن كنتم مؤمنين وقال أولما أصابتكم مصيبة قد أصبتم مثليها قلتم أنى هذا قل هو من عند أنفسكم

“Ketika orang-orang kafir menang maka itu hanyalah karena dosa-dosa kaum muslimin yang telah melemahkan iman mereka, kemudian apabila mereka bertaubat dengan menyempurnakan kembali iman mereka maka Allah akan menolong mereka.

Sebagaimana firman Allah ta’ala,

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang lebih tinggi (dalam keimanan dan mendapat pertolongan Allah serta pahala-Nya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali Imron: 139)

Dan firman Allah ta’ala,

أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ

“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata: “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Ali Imron: 165).” [Al-Jawaabus Shahih, 6/450]

Dahulu, Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu'anhum mendapatkan pertolongan Allah 'azza wa jalla dan meraih kemenangan karena berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman yang benar.

Maka tidak ada jalan untuk kembali kepada agama kita dan meraih kemenangan kecuali meneladani generasi terbaik yang telah mendapat pertolongan Allah 'azza wa jalla tersebut. Allaahu Akbar. []




Oleh Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Artikel melalui Facebook pribadi
Artikel lain oleh Rumaysho



Artikel Terkait