Selasa, 29 Januari 2019

Tidak Ridha Suaminya (Kelak) Terpesona Dengan Kecantikan Wanita Lainnya


Kami rasa tidak ada istri yang ridha, jika tahu suaminya terpesona dengan kencantikan wanita lainnya. Tentu seorang istri akan cemburu jika memang ia masih berjiwa hanif. Karenanya para wanita, jika tidak ridha suami anda (kelak) terpesona dengan wanita lain, tentu adil jika sekarang para wanita menjaga aurat dan menutupnya dengan sempurna sesuai ajaran agama Islam.

Jika para wanita tidak mau suaminya kelak melihat kecantikan aurat wanita lainnya, maka dia juga harus menjaga auratnya dan menutupinya agar suami orang lain juga tidak terpesona dengan aurat kecantikannya yang tidak halal. Sadarilah para wanita, pasti engkau tidak ridha, jika suamimu berada di sisimu, kemudian membayangkan wanita yang lainya.

Inilah metode dakwah yang digunakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika ada seseorang yang ingin berzina. Maka beliau bertanya, apakah rela ibunya atau anaknya dizinahi. Tentu tidak, maka demikian juga orang lain tidak rela anak dan ibu mereka dizinahi.

Abu Umamah Radhiallahu anhu bercerita, “Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata,

“Wahai Rasulullah, aku mau berzina saja!

ini metode dakwah nabi yang perlu ditiru, hikmah, bijaksana dan doa, di saat yang lain keras dan kurang sabar

Abu Umamah Radhiyallahu anhu bercerita, “Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!”.
Orang-orang pun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, mereka berkata, “Diam kamu, diam!”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah”. Pemuda tadi mendekati beliau dan duduk.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?”.
“Tidak demi Allah, wahai Rasul” sahut pemuda tersebut.


“Begitu pula orang lain tidak rela kalau ibu mereka dizinai”.
“Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?”.
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela jika putri mereka dizinai”.

“Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?”.
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai”.

“Relakah engkau jika bibi (dari jalur bapakmu) dizinai?”.
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai”.

“Relakah engkau jika bibi (dari jalur ibumu) dizinai?”.
“Tidak, demi Allah, wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai”.

Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya dan jagalah kemaluannya”.

Setelah kejadian tersebut, pemuda itu TIDAK PERNAH lagi tertarik untuk berbuat zina”. [HR. Ahmad, shahih, Ash-Shahihah I/713 no. 370]

Sadarilah wahai para wanita, dengan aurat dan kecantikan yang terbuka sudah PASTI laki-laki akan merlirik dan bahkan ada yang terpesona serta terbawa-bawa pikirannya.

Wanita adalah fitnah terbesar bagi laki-laki

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

 “Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki yaitu (fitnah) wanita.” [HR. Bukhari no.5096 dan Muslim no.7122]

Dan memang wanita adalah salah satu “senjata” setan untuk menjebak laki-laki.

Said bin Mussayyib rahimahullah berkata,

ما يئس الشيطان من شيء ؛ إلا أتاه من قبل النساء

“Tidaklah setan berputus asa (untuk menaklukkan manusia) kecuali dia akan datang memperdaya (menaklukkannya)dengan wanita.” [Siyar A’lam An-Nubala’ 4/237, Mu’assasah Risalah, cet. III, 1405, syamilah]

Demikian semoga bermanfaat




@Markaz YPIA, Yogyakarta tercinta
Penyusun:  dr. Raehanul Bahraen
Artikel Muslimafiyah



Artikel Terkait