Senin, 18 Maret 2019

Teroris Brenton Tarrant Memperlihatkan Kode Gesture "White Power" Saat di Pengadilan


Brenton Harrison Tarrant, pria yang membunuh 49 orang di dua masjid New Zealand, menunjukkan gesture "White Power" dengan dua tangannya pada hari Sabtu (16/3) ketika ia menghadapi pengadilan atas pembantaian yang mendorong Perdana Menteri berkomitmen memperkuat undang-undang senjata negara tersebut.

Kelompok radikal teroris kulit putih di dunia barat bukan sesuatu yang baru. Perjalanan Eropa sudah digeluti oleh tendensi perasaan lebih ini (superioritas)

Perasaan di atas manusia lainnya berdasar ras, etnik, suku dan warna kulit begitu dalam sehingga ada kecenderungan untuk menjadikan orang berkulit warna (people of color) tetap berada di posisi tertindas dan ditindis.

Akan tetapi, karena pandangan dunia yang semakin amburadul, tendensi materialistik dan foya-foya (hedonistik) semakin digeluti, kehidupan tidak lagi dikawal oleh fondasi moral, orang-orang barat kulit putih semakin menjatuhkan diri ke dalam lubang kehancurannya sendiri. Salah satunya mereka semakin tidak peduli dengan kehidupan keluarga, dan memiliki anak seolah beban hidup yang harus dihindari.

Akibatnya populasi mereka menjadi terminimalisir, dan populasi nonwhite semakin bertambah. Apalagi didorong oleh membesarnya pendatang dari negara-negara konflik yang juga tidak lepas dari keterlibatan negara-negara barat sendiri. Pengungsi dan imigran dari Afrika, Timur Tengah dan Asia semakin bertambah.

Pada akhirnya memang terjadi shifting demografi dalam masyarakat barat. Hal ini kemudian menimbulkan kekhawatiran, bahkan ketakutan, sekaligus kebencian kepada warga nonwhite.

Salah satu bentuk kebencian itu adalah tumbuhnya kelompok radikal teroris warga kulit putih yang lebih dikenal dengan white supremacy. Di Amerika Serikat kelompok white supremacy ini telah lama meneror kelompok minoritas warga nonwhite. Mereka dalam melakukan gerakannya tidak canggung menggunakan cara-cara teror dan kekerasan.

Aksi teror di New Zealand adalah salah satu ekspresi golongan radikal White Supremacy/White Power ini.



Adaptasi tulisan Imam Shamsi Ali
imam di Islamic Center of New York
Direktur Jamaica Muslim Center
Artikel South China Morning Post



Artikel Terkait